Komisi VII Minta Polisi Cari Korban Lain dari Pelaku Penyekapan Wanita Bandung

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Abdul Wachid meminta polisi mengusut tuntas kasus penyekapan dan penyiksaan nan dialami wanita berinisial YTR (29) di Bandung.

Wachid juga meminta polisi mendalami info mengenai kemungkinan adanya korban lain nan diduga pernah mengalami perlakuan serupa dari tersangka, Taufik Hidayat (30).

Ia marah saat mengetahui kondisi korban nan penuh luka akibat kekerasan fisik, menurutnya, perihal ini juga berakibat bagi mental korban.

“Memang ini kayaknya pelakunya sudah bandel sekali, artinya sudah tidak punya mental nan baik. Ini perlu diusut, ya. Dicek benar. Ini sudah tidak manusia lagi,” ujar Wachid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6).

“Dan nan kedua, nan termasuk dianiaya ini juga kasihan. Ini tidak hanya bentuk nan rusak, bentuk nan hancur, ini juga mentalnya hancur juga, ya,” lanjutnya.

Ia mengatakan pihaknya juga menerima info bahwa pelaku diduga tidak hanya melakukan kekerasan terhadap satu korban. Menurutnya, perihal itu perlu ditelusuri lebih lanjut agar seluruh rangkaian perbuatan pelaku dapat terungkap.

“Dan saya dengar tidak hanya ini saja. Tadi juga ada laporan rupanya dia juga melakukan perihal nan sama. Terkait pelakunya ini mengandalkan kegagahan mereka sebagai laki-laki nan gagah, ganteng, lampau melakukan perihal sama dengan wanita nan lain,” ujar Wachid.

“Didatangi ke rumah, akhirnya dipacari, terus sampai kelak diperlakukan hubungan suami-istri kayak begitu, dan akhirnya dirusak lagi. Ini tidak hanya satu saja. Ini kudu diusut tuntas,” sambung dia.

Wachid menyebut pelakunya diduga orang nan sama. Oleh lantaran itu, perlu diusut hingga tuntas.

“Yang melakukan laki-laki nan sama. Jadi melakukan perihal nan sama itu tidak hanya nan dari Bandung. Ada lagi kejadian lain nan dia lakukan. Jadi ini kudu diusut sampai tuntas. Aduh, ngeri sekali ya,” katanya.

Wachid juga menilai maraknya kasus kekerasan terhadap wanita belakangan ini kudu menjadi perhatian serius pemerintah. Menurut dia, kasus penyekapan nan diduga berjalan selama tiga tahun menjadi sirine bagi upaya perlindungan wanita di Indonesia.

“Iya, ini memang sudah sirine nan kudu kita segera matikan, ya. Artinya, peran Kementerian Perempuan dan Anak kudu melakukan aktivitas sosialisasi ke bawah dan kerja sama dengan pihak aparat. Sekaligus kami minta kepada keluarga, bilamana terjadi perihal seperti itu, kudu segera lapor,” ujarnya.

Ia mengaku heran kasus nan diduga berjalan selama bertahun-tahun tersebut baru terungkap sekarang. Menurutnya, polisi perlu mendalami seluruh kemungkinan nan ada.

“Karena saya juga heran, kenapa sudah 3 tahun baru ketahuan seperti ini. Ini kan satu sindikat nan sangat luar biasa, nan rapinya begitu. Jadi kemungkinan juga ada tempat-tempat lain seperti itu. Kita khawatirkan seperti itu. Jadi ini nan kami sangat prihatin,” kata Wachid.

Wachid mengatakan info mengenai dugaan korban lain juga sudah dibahas di internal Komisi VIII. Ia meminta seluruh kebenaran nan berangkaian dengan pelaku ditelusuri secara menyeluruh.

“Yang ini sudah kami dapat laporan kemarin. Tadi kami kuatkan lagi di ruang pimpinan. Kita kudu menyampaikan langkah-langkah. Jadi nan lain ini juga tadi kami dapat info juga pelaku ini juga tidak hanya di sini saja masalah wanita itu. Ada nan lain juga ada mereka lakukan di luar Bandung,” ujarnya.

Sementara itu, Polda Jawa Barat menerbitkan status Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Taufik Hidayat (30). Pria tersebut merupakan tersangka penyekapan dan penyiksaan terhadap pacarnya, wanita berinisial YTR (29), di bilik kos di Bandung selama 3 tahun.

Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, menyampaikan bahwa dengan diterbitkannya DPO ini diharapkan masyarakat nan mengetahui info mengenai tersangka segera melapor kepada polisi.

“Kita sudah menerbitkan daftar pencarian orang. Dengan ini kami bakal mengharapkan support dari masyarakat seluruhnya nan jika memandang info nan tadi kami sudah sebarkan, mengetahui, berjumpa dan segera untuk dapat bekerja sama dengan pihak kepolisian Jawa Barat, dan khususnya Polda Jabar untuk dapat menginformasikan keberadaannya,” kata Rudi kepada wartawan, Selasa (23/6).

Rudi menyampaikan, pihaknya saat ini tetap konsentrasi memburu tersangka.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan