Jakarta -
Komisi VII DPR RI mendorong pemerintah wilayah lebih aktif menghidupkan anjungan wilayah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dengan beragam aktivitas seni, budaya, kriya, wastra, hingga kuliner unik daerah. Pasalnya, TMII dinilai strategis untuk mengenalkan kekayaan budaya dan potensi wilayah kepada masyarakat Indonesia maupun visitor mancanegara.
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Rahayu Saraswati mengatakan keberadaan anjungan wilayah di TMII semestinya tidak hanya menjadi gedung representasi provinsi, tetapi juga menjadi ruang hubungan bagi masyarakat untuk mengenal karakter dan potensi setiap daerah.
Rahayu mengungkapkan TMII juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat nan belum berkesempatan mengunjungi beragam provinsi di Indonesia. Di TMII, visitor dapat memperoleh gambaran mengenai kekayaan budaya dari beragam wilayah Nusantara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengimbau setiap pemerintah daerah, setiap provinsi, untuk menjadikan ini sebagai jendela untuk memandang Indonesia. Bagi visitor nan mungkin tidak bisa datang ke provinsi tersebut, mereka bisa mendapatkan gambaran tentang Maluku, Kalimantan Utara, dan wilayah lainnya melalui TMII," ujar Rahayu dalam keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).
Hal tersebut disampaikannya usai kunjungan kerja Komisi VII DPR RI ke TMII, Jakarta Timur, Kamis (3/9). Dalam kunjungan tersebut, Komisi VII memandang langsung perkembangan area setelah revitalisasi sekaligus meninjau sejumlah anjungan daerah.
Lebih lanjut, Rahayu mengungkapkan aktivitas di anjungan perlu diperbanyak agar area tersebut semakin hidup. Pertunjukan seni oleh sanggar daerah, pameran kriya dan wastra, serta promosi kuliner unik Nusantara dinilai dapat menjadi daya tarik sekaligus membuka ruang bagi masyarakat wilayah untuk memperkenalkan produk dan kreativitasnya.
Rahayu juga mengapresiasi langkah pengelola TMII nan memberikan penghargaan bagi anjungan terbaik sebagai corak insentif bagi pemerintah daerah. Salah satunya Anjungan Kalimantan Selatan nan disebut telah meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut.
Menurutnya, pola tersebut dapat mendorong pemerintah wilayah lainnya untuk berkompetisi menghadirkan program imajinatif dan berkepanjangan di anjungan masing-masing.
"Mari semuanya beramai-ramai untuk menghidupkan kembali anjungan-anjungan ini. Banyak sekali aktivitas nan bisa dilakukan, termasuk pagelaran seni dan promosi produk daerah," ungkapnya.
Selain memperkuat promosi daerah, Rahayu memandang aktivitas tersebut dapat menjadi sarana mendekatkan generasi muda dengan budaya Indonesia. Ia menilai beragam aktivitas nan dikemas secara kreatif, seperti fun run maupun aktivitas komunitas, dapat menarik anak muda untuk datang dan mengalami langsung keberagaman Indonesia.
"Kalau memang tidak sempat alias tidak mempunyai sumber daya untuk datang ke wilayah itu sendiri, tidak perlu berjalan jauh. Ambil waktu satu hari alias satu akhir pekan untuk datang ke Taman Mini dan mengalami sendiri keberagaman Indonesia," tuturnya.
Dengan penguatan aktivitas di setiap anjungan, dia berambisi TMII tidak hanya menjadi tempat untuk memandang miniatur Indonesia, tetapi juga menjadi ruang promosi bagi pemerintah wilayah untuk memperkenalkan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan potensi unggulan wilayahnya.
(anl/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·