Komisi IX Desak Usut Tuntas Kasus Dokter PPDS Meninggal Diduga Dibully

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Ilustrasi pendidikan dokter. Foto: create jobs 51/Shutterstock

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan investigasi secara transparan mengenai dugaan kasus perundungan (bullying) nan diduga menyebabkan meninggalnya dr. Adrian Rantung peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado.

“Pertama, saya menyampaikan duka cita nan mendalam atas meninggalnya master PPDS di Manado,” kata Yahya saat dikonfirmasi, Selasa (7/7).

Ia kemudian meminta Kemenkes mengusut secara terbuka penyebab meninggalnya master PPDS tersebut. “Kedua, saya minta Kemenkes melakukan investigasi secara transparan dan dibuka ke publik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Yahya juga meminta abdi negara penegak mengusut tuntas kasus tersebut andaikan ada tindak pidana.

“Ketiga, saya minta abdi negara kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut jika terbukti ada kasus pidana,” katanya.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini. Foto: Dok. Istimewa

Menurut Yahya, pemerintah juga perlu melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendidikan master spesialis. Ia menilai kasus dugaan perundungan di lingkungan PPDS sudah terlalu sering terjadi sehingga memerlukan langkah pertimbangan nan serius.

“Keempat, saya minta Kemenkes berbareng Kemendiktisaintek melakukan pertimbangan total atas praktik master PPDS agar tidak terulang kembali di masa depan,” tutur Yahya.

“Karena kasus bullying sudah sangat sering terjadi dan mengakibatkan kasus kematian,” kata dia.

Kantor Kemenkes di Rasuna Said. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengirim tim untuk melakukan investigasi ke RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, Manado, Sulawesi Utara.

Hal itu dilakukan menyusul adanya dugaan kasus perundungan (bullying) terhadap salah satu peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi, dr. Adrian Rantung.

dr. Adrian merupakan peserta PPDS nan berasal dari Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi (Unsrat).

Beredar info di media sosial nan menyebut dr. Adrian ditemukan tak bernyawa. Ia diduga mengakhiri hidup akibat tekanan berat selama menjalani pendidikan PPDS.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya, mengatakan telah mengirim tim untuk melakukan pemeriksaan.

Selain itu, untuk sementara Program PPDS Anestesiologi di RSUP Kandou dihentikan sembari menunggu proses pemeriksaan nan dilakukan Kemenkes.

“Iya, untuk sementara kami hentikan dan kami telah mengirimkan tim pemeriksa ke sana,” ungkap Azhar saat dikonfirmasi, Senin (6/7).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan