Jakarta, CNN Indonesia --
Ketua Komisi III DPR RI Habiburrokhman mengatakan penggunaan dana APBN untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto tidak salah secara norma maupun syariah.
"Bahwa penggunaan biaya APBN untuk pengadaan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto melalui skema Bantuan Presiden tidak salah secara norma maupun syariah," ujar Habiburrokhman dalam keterangan tertulis, Kamis (28/5).
Ia mengatakan support hewan kurban tersebut justru merupakan corak kehadiran negara untuk membantu masyarakat, pondok pesantren, masjid, tokoh agama, dan golongan masyarakat lain di seluruh Indonesia dalam momentum Hari Raya Iduladha.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negara memang mempunyai kegunaan sosial untuk membantu masyarakat, apalagi dalam momentum keagamaan dan kemanusiaan," ujarnya.
Ia menjelaskan secara hukum, program support untuk masyarakat dari presiden mempunyai dasar norma nan jelas dalam sistem finansial negara.
Hal tersebut diatur dalam Pasal 3 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara nan menegaskan pengelolaan finansial negara dilakukan secara tertib, alim pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggung jawab untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
"Selanjutnya, Undang-Undang APBN Tahun 2026 juga memberikan ruang anggaran terhadap program support kemasyarakatan Presiden, Banpres alias Banmaspres, melalui Kementerian Sekretariat Negara," ujar Politikus Gerindra ini.
Selain itu, dia menjelaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyatakan penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban presiden tidak bertentangan dengan hukum Islam.
"Hal ini bukan hanya sekadar tentang ibadah kurban, tetapi juga corak keberpihakan Presiden Prabowo kepada rakyat kecil, peternak sapi lokal, dan masyarakat," ujar dia.
Pada Iduladha 1447 Hijriah tahun ini, Prabowo menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban. Wamensesneg Juri Ardiantoro menyebut sumber biaya pembelian itu berasal dari APBN melalui anggaran support presiden untuk kemasyarakatan dengan nilai sekitar Rp100 miliar.
Seluruh ekor nan jadi sapi kurban Prabowo itu berasal dari peternak lokal dan terdiri atas sapi premium dengan berat di atas 800 kilogram hingga 1,3 ton.
Jenis sapi kurban nan disalurkan Prabowo antara lain berjenis Simmental, Limousin, Peranakan Ongole, Brahman, Angus, Sapi Bali, FH, Belgian Blue, dan Charolais.
Sementara untuk nilai sapi disesuaikan dengan berat dan letak masing-masing daerah.
"Jadi, sumber anggarannya dari APBN melalui anggaran support presiden, support kemasyarakatan presiden. Jadi, nilai sapi tentu bervariasi lantaran bobotnya beda-beda dan lokasinya juga tentu mempengaruhi nilai sapi. Jadi kita menyesuaikan nilai sapi di setiap daerah. Kurang lebih anggaran nan dikeluarkan sebanyak Rp100-an miliar," kata Juri dalam konvensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (26/5).
(yoa/sfr)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·