Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong pertimbangan dan perbaikan penyelenggaraan latihan dasar kemiliteran (latsarmil), setelah tiga peserta program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal bumi saat mengikuti training calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di akomodasi TNI.
"Bilamana kudu ada nan diperbaiki alias diubah, itu merupakan masukan nan kudu diterima untuk menyempurnakan program tersebut sehingga program nan dibuat untuk kepentingan bangsa dan masyarakat ini betul-betul dapat melangkah dengan baik," kata Dave di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (25/6) dikutip dari Antara.
Dave juga menyampaikan duka cita atas meninggalnya para peserta program tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, penyelenggaraan SPPI bagi calon pengelola Koperasi Desa dan Kampung Nelayan sejatinya telah didahului dengan asesmen kesehatan bagi para peserta.
Meski demikian, dia menilai pertimbangan tetap perlu dilakukan sebagai bahan perbaikan ke depan.
"Pelatihan ini sangat dasar. Akan tetapi, memang kudu didesain untuk dilaksanakan kepada mereka nan mempunyai kondisi bentuk tertentu. Hal itu kudu menjadi masukan agar bisa terus diperbaiki dan disempurnakan ke depannya," kata Dave.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan (Kemhan) pada Selasa (23/6) mengonfirmasi dua peserta program SPPI KDMP dan KNMP meninggal bumi saat menjalani latsarmil, ialah Anisa Muyassaroh dan Yonanda Muhammad Taufiq.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan Anisa nan mengikuti pendidikan di Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan meninggal bumi akibat serangan panas (heat stroke).
Sementara itu, Yonanda nan mengikuti pendidikan di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja meninggal bumi setelah mengalami penurunan kondisi bentuk pada Senin (15/6) dan sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Yonanda dinyatakan meninggal bumi akibat henti jantung.
Menurut Rico, seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dinyatakan layak mengikuti latsarmil. Kendati demikian, Kemhan bakal melakukan pertimbangan terhadap penyelenggaraan pendidikan agar peserta dapat mengikuti training secara aman.
Sehari kemudian, Rabu (24/6), Kemhan kembali mengonfirmasi satu peserta lainnya meninggal dunia, ialah Novia Rahmadhani Sihotang, peserta Program SPPI KNMP 2026 nan mengikuti pendidikan di Satdik Pusbahasa Kodiklatau Jakarta.
Rico menjelaskan Novia mengalami gangguan kesehatan saat menjalani latsarmil pada Senin (22/6). Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Udara Dr. Esnawan Antariksa untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun kondisi Novia terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal bumi pada Selasa (23/6).
[Gambas:Youtube]
(antara/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·