Komisi I DPR Minta 9 WNI Korban Kekerasan Israel Dapat Pendampingan Psikologis

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi I Dave Laksono mengecam tindakan Israel nan menendang dan menyetrum sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla nan ditangkap. Dave meminta pemerintah memastikan para WNI mendapat pendampingan psikologis usai mengalami penangkapan dalam misi kemanusiaan tersebut.

"Kami memahami bahwa pengalaman penangkapan tersebut meninggalkan tekanan bentuk maupun psikologis nan tidak ringan. Oleh lantaran itu, Komisi I DPR RI mendorong pemerintah untuk tidak hanya memastikan kepulangan mereka dengan aman, tetapi juga memberikan pendampingan psikologis nan menyeluruh," kata Dave kepada wartawan, Sabtu (23/5/2026).

"Pendampingan ini mencakup support emosional, konseling profesional, serta pemulihan sosial agar para WNI dapat mengatasi trauma, memulihkan rasa aman, dan kembali menjalani kehidupan dengan penuh kepercayaan diri," sambungnya.

Meski begitu, Dave mengaku berterima kasih atas kepulangan para WNI tersebut. Menurutnya, berita pembebasan itu menjadi perihal nan melegakan bagi family maupun masyarakat Indonesia.

"Komisi I DPR RI menyampaikan rasa syukur dan kelegaan atas pembebasan WNI nan sebelumnya mengalami penangkapan dalam misi kemanusiaan," ujarnya.

Dave menegaskan Komisi I DPR bakal terus mengawal perlindungan WNI di luar negeri. Dia mengatakan diplomasi nan konsisten dan kerja sama dengan mitra internasional krusial untuk memastikan keselamatan WNI.

"Kami percaya melalui diplomasi nan konsisten, kerja sama dengan mitra internasional, serta support sistem pemulihan nan komprehensif, Indonesia dapat memastikan keselamatan warganya sekaligus memperkuat peran bangsa dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan di tingkat global," tuturnya.

Sebelumnya, sebanyak 9 WNI relawan Global Sumud Flotilla 2026 telah dibebaskan setelah sebelumnya ditangkap oleh tentara Israel. Seorang relawan Rahendro Herubowo, menceritakan momen mencekam saat dirinya berbareng relawan lain ditahan tentara Israel.

"Saya mengalami kekerasan ditendang mungkin tiga-empat kali di bagian depan, di belakang saya diinjak, dan terakhir disetrum," kata Rahendro alias Heru, nan juga wartawan iNewsTV, dalam video singkat dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Jumat (22/5).

Heru mengaku sampai saat ini tetap mengalami kesakitan di bagian atas pinggang dan dada. Bahkan rasa sakitnya semakin kuat jika dirinya batuk alias mengangkat tangan.

"Jadi sekarang nih saya jika batuk sakit di sini ketarik, angkat tangan juga ketarik. Mudah-mudahan nggak ada apa-apa ya, kita periksa di sini, jika sekiranya di sini tetap kudu ada pemeriksaan lanjutan di RS Indonesia lah kita periksa lagi," jelas dia.

(amw/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News