
Pelatih Malut United, Hendri Susilo. (Foto: Media Malut)
SAMARINDA – Pelatih Malut United, Hendri Susilo, menegaskan timnya memetik banyak pelajaran berbobot dari perjalanan mereka di kejuaraan Super League 2025-2026. Meski kudu menutup musim dengan hasil minor, Hendri optimistis manajemen klub bakal melakukan pertimbangan besar-besaran demi mendongkrak performa tim di masa depan.
"Malut United memperoleh banyak pelajaran dan pengalaman berbobot musim ini. Pasti klub bakal berbenah dan menjadi lebih baik dalam segala aspek," ujar Hendri Susilo dalam sesi konvensi pers usai laga, Sabtu (23/5/2026).
Pernyataan tersebut dilontarkan Hendri setelah Laskar Kie Raha dipaksa menyerah dengan skor telak 1-7 oleh tuan rumah Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (23/5/2026) sore WIB. Laga tandang ini sekaligus menjadi peluit akhir dari petualangan Malut United di kasta tertinggi sepak bola nasional musim ini.
1. Krisis Pemain Pilar
Melakoni laga pamungkas, Malut United sebenarnya sempat tampil menjanjikan dan merepotkan pertahanan tuan rumah pada awal babak pertama. Sayangnya, keterbatasan komposisi pemain akibat angin besar cedera dan balasan akumulasi kartu membikin strategi Hendri Susilo tidak melangkah mulus di atas lapangan.
Borneo FC vs Malut United. (Foto: Instagram/borneofc.id)
Borneo FC nan tampil ngotot demi berburu mahkota juara sukses memanfaatkan celah tersebut dengan melepaskan 11 percobaan tembakan dan mengonversinya menjadi 4 gol di babak pertama. Memasuki paruh kedua, intensitas serangan Pesut Etam tidak mengendur dengan menambah 3 gol lagi. Malut United hanya bisa membalas satu gol intermezo lewat tindakan perseorangan Frets Butuan pada menit ke-78.
"Kami kehilangan banyak pemain pilar. Situasi ini menjadi masalah esensial di pertandingan terakhir melawan Borneo FC," samung coach Hendri.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·