Komdigi berkoordinasi dengan operator seluler untuk melacak sinyal ponsel 8 orang nan lenyap di Selat Sunda, termasuk 5 wartawan foto.(Dok. Antara)
KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) berkoordinasi dengan sejumlah operator seluler untuk memantau sinyal telepon seluler dalam operasi pencarian delapan penduduk nan lenyap kontak di perairan Selat Sunda, Banten. Langkah ini diambil guna mempercepat penemuan titik koordinat kapal nan membawa rombongan wartawan tersebut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk mendeteksi Base Transceiver Station (BTS) di sekitar Selat Sunda, mencakup wilayah Banten hingga Lampung. Selain itu, pemantauan dilakukan melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio.
"Kontak terakhir di Pulau Sebesi, sinyal dipancarkan terdeteksi di pulau itu dan sudah disampaikan ke Tim SAR. Data itu menjadi info penting," ujar Nezar dalam konvensi pers di Posko SAR, Dermaga Pantai Marina, Pandeglang, Sabtu (12/9).
Hingga hari kelima operasi pencarian, Tim SAR Gabungan telah memperluas kluster penyisiran. Sebanyak 14 kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk mencari keberadaan kapal sigap (speedboat) nan membawa delapan orang tersebut. Namun, pencarian udara sempat terkendala kabut dengan jarak pandang hanya 1,5 kilometer.
Peristiwa ini bermulai saat rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB menuju area Gunung Anak Krakatau untuk peliputan aktivitas vulkanik. Delapan orang nan lenyap terdiri dari lima pewarta foto, ialah Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (freelance), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu), serta tiga awak kapal nan meliputi nakhoda, ABK, dan pemandu.
Nezar mengimbau masyarakat agar tetap merujuk pada info resmi dari Tim SAR mengenai perkembangan pencarian. Pihaknya terus memantau info telekomunikasi guna memberikan petunjuk tambahan bagi tim di lapangan. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·