Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nunik Purwanti (kerudung hitam) foto berbareng dengan Wakil Bupati Brebes Wurja (pegang golek) dan dalan wayang golek santri Ki Haryo Enthus Susmono (jas hitam pakai blangkon).(MI/SUPARDJI RASBAN)
MASA depan anak-anak Indonesia merupakan aset paling berbobot nan kudu dijaga bersama. Setiap family mempunyai angan agar anak-anak mereka tumbuh sehat, pandai dan mempunyai masa depan nan lebih baik dibanding generasi sebelumnya.
Hal itu disampaikan Direktur Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nunik Purwanti, saat menyaksikan pergelaran wayang golek santri dengan dalang Ki Haryo Enhus Susmono (putra Almarhum Ki Entus Susumono). Acara dihelat di Lapangan Desa Parireja, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes, Rabu (3/6) malam.
Pergelaran wayang kulit santri merupakan kerja sama Komdigi dengan Pemerintah Kabupaten/ Pemkab Brebes. Peregelaran wayang santri juga disisipi dengan perbincangan interaktif, bertema Membangun Generasi Emas Indonesia: Tubuh Sehat dan Aman di Era Digital.
“Kita berkumpul untuk menjaga sesuatu nan paling berharga, ialah masa depan anak-anak Indonesia. Kita mau anak-anak kita tumbuh sehat, pintar, dan mempunyai masa depan nan lebih baik dari orang tuanya. Itulah cita-cita besar bangsa kita untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia,” ujar Nunik.
Nunik menyebut tantangan nan dihadapi orang tua saat ini berbeda dengan masa lalu. Jika dulu orang tua dapat memantau aktivitas anak saat berada di luar rumah, sekarang anak-anak dapat menjelajahi beragam info dan berinteraksi dengan siapa saja melalui internet tanpa kudu meninggalkan bilik mereka.
“Karena itu, pemerintah mendorong peran aktif orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi secara tepat. Selain mendukung Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya meningkatkan kualitas kesehatan anak, pemerintah juga menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 alias PP Tunas sebagai corak perlindungan anak di ruang digital,” terang Nunik.
Menurut Nunik Kabupaten Brebes dipilih sebagai letak aktivitas lantaran mempunyai potensi besar dan sumber daya manusia nan bisa bersaing di masa depan. Dengan support pemenuhan gizi, pendidikan nan baik, serta lingkungan digital nan aman, anak-anak Brebes diyakini bisa menjadi bagian dari generasi penerus nan bakal membawa Indonesia menuju kemajuan.
“Pemerintah mau masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan anak, meningkatkan literasi digital, serta menanamkan nilai-nilai moral sebagai fondasi dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045,” jelas Nunik.
Wakil Bupati Brebes, Wurja menyampaikan pembangunan generasi emas kudu dimulai dari kesehatan dan kecukupan gizi anak. Tubuh nan sehat bakal melahirkan semangat belajar, kreativitas, dan daya juang nan kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.
“Anak-anak kita tumbuh dengan gizi nan cukup lantaran dari tubuh nan sehat lahir semangat belajar, kreativitas, dan daya juang nan kuat. Di saat nan sama, kita hidup di era digital sehingga peran orang tua, guru, dan masyarakat sangat krusial untuk memastikan anak-anak kondusif dan bijak dalam menggunakan teknologi,” ujar Wurja.
Wurja mengapresiasi langkah Kementerian Komunikasi dan Digital nan menghadirkan pendekatan budaya melalui pergelaran wayang golek santri sebagai media penyampaian pesan kepada masyarakat. Pendekatan budaya membikin pesan-pesan pembangunan lebih dekat, membumi dan mudah diterima oleh masyarakat.
“Membangun generasi emas tidak cukup hanya melalui program pemerintah, tetapi kudu dibarengi dengan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal mini seperti tidak mengambil nan bukan kewenangan kita, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan bertanggung jawab atas amanah adalah pondasi krusial untuk masa depan bangsa nan bersih dari korupsi,” tegas Wurja. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·