Ramdani Bur
, Jurnalis-Minggu, 19 April 2026 |12:54 WIB

Common Ground Fight siap guncang bumi combat Tanah Air. (Foto: Istimewa)
LEWAT kerjasama lintas komunitas, Common Ground Fight muncul sebagai ruang baru nan tidak hanya menghadirkan pertarungan, tetapi juga menyatukan beragam latar belakang dalam satu arena. Berawal dari aktivitas Hantam Bihalal by Tiger Head Fighting Club, event ini berkembang menjadi sebuah platform nan lebih besar.
Dengan menggandeng beragam organisasi kreatif, aktivitas tersebut menawarkan pengalaman nan tidak sekadar kompetisi, tetapi juga seremoni ekspresi, solidaritas, dan daya kolektif. Di tengah meningkatnya ketenaran combat sport di Indonesia, kehadiran platform seperti ini menjadi angin segar.
Common Ground Fight membuka ruang bagi siapa saja untuk terlibat tanpa sekat identitas. (Foto: Istimewa)
1. Tanpa Ada Sekat
Common Ground Fight membuka ruang bagi siapa saja untuk terlibat tanpa sekat identitas. Founder Common Ground Fight, Valdi, menjelaskan kegiatan ini pada awalnya merupakan bagian dari event organisasi nan lebih kecil. Namun, seiring berkembangnya kolaborasi, konsepnya pun berevolusi menjadi sebuah aktivitas nan lebih luas.
“Kegiatan ini Hantam Bihalal by Tiger Head Fighting Club sebenernya. Cuma, lantaran kami ada kerjasama event Combat Sport namanya Common Ground Fight. Event ini kerjasama dengan Gassskiw, Rumah Bergerak, dan Hantam Keras, kami bikin Common Ground Fight,” ujar Valdi kepada awak media termasuk Okezone di Kemang, Jakarta, Sabtu 18 April 2026.
Dari sinilah lahir sebuah platform combat sport berbasis organisasi nan unik. Common Ground Fight tidak hanya mempertemukan para fighter, tetapi juga menyatukan beragam latar belakang, mulai dari organisasi motor, suporter, street culture, hingga perseorangan independen.
Konsep ini menjadi pembeda utama dibandingkan event serupa lainnya. Alih-alih konsentrasi pada kejuaraan semata, Common Ground Fight justru mengedepankan nilai kesetaraan dan inklusivitas.
“Common Ground Fight adalah platform combat sport berbasis organisasi nan menyatukan fighter dari beragam latar belakang berbeda: motor, suporter, street culture, dan independent dalam satu arena,” lanjutnya.
Kolaborasi ini melibatkan tiga entitas imajinatif dengan latar belakang berbeda, ialah Gasskiw, Hantam Keras, dan Rumah Bergerak. Ketiganya mempunyai pendekatan nan berbeda dalam membangun komunitas, namun dipertemukan dalam satu visi nan sama.
“Lahir dari kerjasama Gasskiw, Hantam Keras, dan Rumah Bergerak dengan tiga latar nan berbeda creative movement. Dipertemukan dalam satu ide, menciptakan ruang setara untuk bertemu, bereskpresi, dan bertarung,” jelas Valdi.
Lebih dari sekadar event, Common Ground Fight dirancang sebagai sebuah ekosistem jangka panjang. Artinya, platform ini tidak berakhir pada satu alias dua gelaran saja, melainkan bakal terus berkembang sebagai event series nan berkelanjutan.
“Dibangun sebagai event series nan berkelanjutan, Common Ground Fight tidak hanya menjadi panggung. Akan tetapi juga ekosistem nan terus berkembang dengan menghadirkan ruang baru bagi organisasi untuk tumbuh, terkoneksi, dan bergerak bersama,” tambahnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin Sport lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·