Jakarta, CNBC Indonesia - Narasi bahwa Iran sudah "loyo" nan diteriakkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mulai runtuh. Data intelijen terbaru justru mengungkap kebenaran berbeda: kekuatan militer Teheran tetap jauh dari kata habis, apalagi tetap menjadi ancaman serius di kawasan.
Dalam beberapa pernyataannya, Trump menyebut keahlian rudal dan drone Iran telah hancur dan hanya menyisakan sedikit aset tempur. Namun, laporan intelijen AS menunjukkan gambaran kontras. Sekitar separuh peluncur rudal Iran dilaporkan tetap utuh, sementara ribuan drone serang satu arah tetap tersimpan di penyimpanan senjata mereka.
Bahkan, sumber intelijen memperingatkan keahlian tersebut tetap cukup untuk memicu eskalasi besar.
"Mereka tetap sangat siap untuk menciptakan kekacauan total di seluruh kawasan," ujar salah satu sumber, seperti dikutip NBC News, Minggu (19/4/2026).
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sempat memperkuat narasi bahwa program militer Iran telah lumpuh. Ia menyebut persediaan rudal menipis dan tidak lagi efektif. Namun belakangan, dia mengakui Iran tetap berupaya mengaktifkan kembali persenjataannya dengan "menggali" rudal dan peluncur nan tersisa.
Temuan intelijen juga mengungkap bahwa sebagian besar arsenal Iran selamat lantaran disimpan di jaringan bawah tanah nan luas, membuatnya susah dihancurkan lewat serangan udara.
Penilaian terbaru apalagi menyebut AS dan sekutunya kemungkinan baru menghancurkan sebagian dari total persenjataan Iran. Sisanya tetap tersembunyi, rusak sebagian, alias bisa dipulihkan dalam waktu tertentu.
Sejalan dengan itu, laporan terbaru menyebut Iran tetap mempunyai ribuan rudal dan drone meski telah digempur serangan besar-besaran oleh AS dan Israel. Persenjataan ini dinilai tetap bisa menakut-nakuti pasukan AS dan sekutunya, terutama jika bentrok kembali memanas.
Kontradiksi antara klaim politik dan info intelijen ini memperlihatkan bahwa kekuatan militer Iran belum sepenuhnya runtuh. Di tengah tekanan militer dan ekonomi, Teheran tetap menyimpan daya pukul signifikan, nan disebut dapat menjadi aspek penentu jika bentrok kembali eskalatif.
(mkh/mkh)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·