Kolaborasi Hadirkan Layanan Sunat Massal bagi Ratusan Anak Kurang Mampu

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Kolaborasi Hadirkan Layanan Sunat Massal bagi Ratusan Anak Kurang Mampu Ilustrasi(Dok Istimewa)

SEKITAR 700 anak mengikuti sunat massal nan digelar Pakuwon Group bekerja sama dengan EMC Healthcare dan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih (YPP). Gelaran sunatan massal anak usia 5 hingga 12 tahun itu dimulai sejak Selasa (16/6/2026) pagi di The Kasablanka Hall, Jakarta.

Kegiatan sosial ini melibatkan sekitar 120 master dari EMC Healthcare dan Asosiasi Dokter Khitan Indonesia (Asdoki), didukung 90 perawat untuk memberikan jasa sunat nan kondusif dan nyaman bagi peserta.

Ketua Umum YPP nan juga Direktur Emtek Media, Komjen Pol (Purn) Imam Sudjarwo mengatakan program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) untuk membantu anak-anak, khususnya dari family kurang mampu, agar menjalani sunat dengan jasa kesehatan nan memadai.

Ia pun mengatakan jumlah peserta nan mencapai sekitar 700 anak merupakan nomor nan tidak sedikit. "Ini jumlah tidak sedikit. nan lebih spesial lagi, nyaris 700 anak ini bisa diselesaikan dalam satu hari dengan support 120 master dan juga perawat," kata Imam.

Dalam kesempatan sama, Presiden Direktur EMC Healthcare Jusup Halimi menekankan EMC Healthcare juga meletakkan perhatian besar pada aspek keselamatan pasien (patient safety) selama penyelenggaraan sunatan massal tersebut.

Ia mengatakan aspek keselamatan pasien menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan sunat massal tersebut. Dengan prinsip patient safety, setiap anak mendapatkan pelayanan kondusif dan berkualitas.
"Kami mau agar patient safety tetap dijaga. Jadi agar anak juga merasa nyaman, setelah disunat tanpa ada masalah," tuturnya.

Selain itu, Jusup menyorot termasuk kondisi psikologis anak-anak selama menjalani prosedur sunat. "Kami memperhatikan tidak hanya aspek medis, tetapi juga kondisi psikologis anak agar pengalaman sunat ini melangkah dengan baik," tambah Jusup.

Selain itu, Jusup mengatakan kenyamanan peserta menjadi salah satu prioritas utama, termasuk menjaga kondisi psikologis anak-anak selama menjalani prosedur sunat.

"Kami mau memastikan meski jumlah peserta sangat banyak, keselamatan pasien tetap terjaga. Anak-anak kudu merasa nyaman selama menjalani prosedur. Karena itu, kami memperhatikan tidak hanya aspek medis, tetapi juga kondisi psikologis anak agar pengalaman sunat ini melangkah dengan baik," kata Jusup.

Dia juga mengapresiasi seluruh pihak nan terlibat penyelenggaraan aktivitas tersebut. Menurutnya, keberhasilan sunatan massal bagi nyaris 700 anak merupakan hasil kerjasama dan kerja sama nan baik antara beragam pihak. "Kami berambisi kerjasama seperti ini dapat terus bersambung sehingga semakin banyak masyarakat nan merasakan manfaatnya," ujarnya.

Presiden Direktur Pakuwon Group Alexander Stefanus Ridwan mengungkapkan keberhasilan penyelenggaraan sunatan massal ini tidak lepas dari support ratusan orang nan terlibat. Menurutnya, lebih dari 300 orang ambil bagian dalam aktivitas tersebut, mulai dari dokter, perawat, hingga staf nonmedis.

Ridwan menilai aktivitas itu menjadi bukti bahwa kerjasama beragam pihak dapat menghasilkan akibat lebih besar bagi masyarakat.
"Kami menghitung ada lebih dari 300 orang nan terlibat dalam aktivitas ini. Ini menunjukkan kerjasama sangat baik. Dengan bekerja bersama-sama, hasil nan dicapai tentu jauh lebih besar daripada jika dilakukan sendiri-sendiri," kata Ridwan.

Dia juga mengapresiasi upaya seluruh pihak dalam menciptakan pengalaman nan nyaman dan menyenangkan bagi para peserta. Selain mendapatkan jasa sunat, anak-anak juga memperoleh obat-obatan, bingkisan, serta beragam akomodasi pendukung nan membikin mereka merasa lebih senang usai sunat. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia