Kolaborasi BSPS 2026, bank bjb Genjot Hunian Terjangkau

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta -

bank bjb terus memperkuat dukungannya dalam program di sektor perumahan melalui penyelenggaraan aktivitas Peluncuran BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) Tahun 2026 di Jawa Barat dan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan serta Pemberdayaan Ekonomi Rakyat antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan bank bjb.

Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara perbankan dan pemerintah dalam mendukung program perumahan nasional, khususnya melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna meningkatkan kualitas rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah serta memperluas akses terhadap kediaman nan layak dan terjangkau.

Forum ini melibatkan beragam pemangku kepentingan di sektor perumahan, perbankan, pemerintahan, serta asosiasi developer guna membangun ekosistem pembiayaan nan inklusif dan berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Melalui aktivitas ini, bank bjb menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung program nasional perumahan, termasuk Program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bermaksud membantu Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi layak, aman, dan sehat.

Bantuan stimulan ini memicu keswadayaan dan gotong royong warga, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja dan pembelian bahan gedung setempat.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait dalam peluncuran BSPS tahun 2026 menyampaikan penyelenggaraan Kredit Program Perumahan (KPP) tidak hanya berfaedah sebagai instrumen pembiayaan perumahan, tetapi juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat naik kelas.

Dalam kesempatan tersebut, Maruarar juga menyampaikan apresiasi kepada bank bjb atas komitmennya dalam mendukung aktivitas peluncuran BSPS tahun 2026 serta pembiayaan perumahan melalui KPP.

"Alhamdulillah proses permohonan angsuran ke bank bjb sigap serta komunikasi dalam kelengkapan berkas lezat dan komunikatif," ucap salah satu calon debitur nan mempunyai upaya toko bahan gedung di soreang, Alan, dalam keterangan tertulis, Rabu (15/4/2026).

Sementara itu, calon debitur lainnya, Fitriah nan juga mempunyai upaya toko gedung menyampaikan rasa syukurnya.

"alhamdulillah saya diajak ke aktivitas yg dihadiri oleh bapak menteri PKP dan Gubernur Jabar , saya sedang proses pengajuan KPP 1 miliar nan sebelumnya orang tua saya merupakan pengguna bank bjb dengan upaya kontrakan nan dibiayai angsuran dari bank bjb hingga saat ini sudah mempunyai 14 kamar. Hatur nuhun bank bjb," ujarnya.

Kedua calon debitur tersebut menyampaikan perihal itu di SMAN 1 Katapang, Kabupaten Bandung, Senin (13/4). Kemudian, pihak bank bjb menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program perumahan pemerintah melalui ekspansi pembiayaan KPP, peningkatan jasa kepada masyarakat, serta kerja sama nan lebih erat dengan developer dan pemerintah daerah.

Forum ini dirancang sebagai wadah dialog, edukasi, dan kerjasama antara lembaga keuangan, pengembang, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun sektor perumahan nan sehat dan produktif.

Dalam rangkaian kegiatan, peserta mendapatkan kesempatan untuk berkonsultasi langsung di meja dealing, memperoleh info produk, serta mengakses jasa finansial nan disediakan oleh bank bjb.

Selain itu, bank bjb memberikan edukasi mengenai pentingnya Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK sebagai instrumen utama dalam menilai kepantasan angsuran dan menjaga kesehatan finansial masyarakat.

Materi mengenai SLIK disampaikan oleh perwakilan bank bjb, Taufik I Maulana menjelaskan kegunaan SLIK dalam membangun transparansi data, meminimalkan akibat kredit, serta memperluas kesempatan pembiayaan. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kolektibilitas kredit, memantau riwayat pembayaran, serta melakukan koreksi info andaikan ditemukan ketidaksesuaian dalam sistem info keuangan.

Selain itu, dia juga menjelaskan adanya program PESAT (Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu). PESAT adalah program nan dimulai sejak tahun 2015 dengan melakukan pemberdayaan masyarakat secara terpadu dan dilakukan oleh bank bjb sebagai salah satu jasa perbankan untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas upaya bagi seorang pengusaha.

Kontribusi bank bjb dalam aktivitas ini juga diwujudkan melalui pembukaan booth jasa informasi, pengisian talkshow aktivitas KPP, serta pembentukan pipeline pembiayaan sebanyak 118 pengguna dengan total plafon Rp52 miliar. Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap produk pembiayaan bank bjb serta kepercayaan terhadap jasa nan diberikan.

Melalui forum ini, bank bjb tidak hanya memfasilitasi pembiayaan perumahan dan usaha, tetapi juga ikut serta mendukung program pemerintah dengan peluncuran BSPS tahun 2026 ini. Bank bjb optimistis dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempermudah akses perumahan, memperkuat sektor riil, dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah secara berkelanjutan.

Forum Bisnis Perumahan ini dihadiri oleh beragam stakeholder pusat dan wilayah antara lain Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Kabupaten Bandung Dadang Supriatna beserta jajaran, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Direktur Pengganti Direktur Utama Bank bjb Ayi Subarna, Direktur Konsumer dan Ritel bank bjb Nunung Suhartini beserta jejeran bank bjb, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dan beragam lembaga strategis lainnya nan mempunyai peran dalam pembangunan perumahan nasional, asosiasi pengembang, serta sebanyak 150 pelaku upaya nan terdiri dari developer, pengembang, toko gedung dan pelaku UMKM.


(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance