KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 172 Orang Selamat dan 1 Meninggal Dunia

Sedang Trending 3 hari yang lalu
KMP Putri Yasmin Terbakar di Selat Lombok, 172 Orang Selamat dan 1 Meninggal Dunia Tim SAR campuran mengevakuasi 173 korban kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok.(Dok. Antara)

TIM SAR campuran sukses mengevakuasi 173 orang dalam kejadian terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu (12/8/2026) pagi. Berdasarkan info sementara, sebanyak 172 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa musibah tersebut terjadi sekitar pukul 04.15 WITA. Tim campuran segera mengintensifkan pencarian dan penanganan korban sesaat setelah menerima laporan kejadian kapal penumpang tersebut.

"Berdasarkan info sementara nan terkonfirmasi di Posko SAR hingga saat ini, total korban nan sukses dievakuasi mencapai 173 orang. Dari jumlah tersebut, 172 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang dilaporkan meninggal dunia," ujar Hariyadi di Mataram, Rabu (12/8).

Dalam operasi pengamanan ini, Tim SAR mengerahkan beragam perangkat utama (alutista) untuk mengoptimalkan evakuasi. Beberapa di antaranya adalah KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna, Helikopter SGi Air Bali, KMP Portlink II, KAL Lembar, hingga kapal yacht "No Comment" dan "Still Here". Selain itu, dikerahkan pula speedboat Polairud, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB).

Operasi ini melibatkan kerjasama lintas instansi, mulai dari Kantor SAR Mataram dan Denpasar, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, hingga Syahbandar Pelabuhan Lembar. Dukungan juga datang dari tim medis, awak kapal swasta, dan masyarakat setempat.

Hariyadi menegaskan bahwa tim di lapangan tetap dalam status siaga penuh. Fokus utama saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan kru kapal mendapatkan penanganan medis nan sigap serta pemindahan nan optimal.

"Kami tetap terus melakukan penyisiran di sekitar letak kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain nan mungkin belum dievakuasi. Kami juga berkoordinasi secara intensif dengan seluruh unsur mengenai guna mempercepat proses penanganan darurat ini," tambahnya.

Hingga buletin ini diturunkan, petugas tetap melakukan pembaruan info secara berkala seiring dengan perkembangan proses pencarian dan penyisiran di area perairan Selat Lombok. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia