Jemaah Kloter 1 tiba di Asrama Haji Kota Bekasi sebelum bertolak ke Tanah Suci.(Dok Metrotvnews.com)
ROMBONGAN golongan terbang (kloter) 1 Jawa Barat nan terdiri atas jemaah haji asal Kota Bekasi telah tiba di Tanah Air pada Selasa (2/6) awal hari.
Namun, jumlah rombongan pulang kali ini berkurang satu orang jemaah lantaran tetap kudu menjalani perawatan di Tanah Suci.
Saat berangkat menunaikan ibadah haji pada 23 April 2026 lalu, kloter nan disebut sebagai rombongan tuan rumah ini membawa sebanyak 445 orang terdiri atas jemaah dan petugas pendamping.
Namun saat kembali ke Indonesia, nan tiba dan disambut di Debarkasi Jakarta-Bekasi berjumlah 440 jemaah serta empat orang petugas haji.
Ketua Kloter 1 Imam Setiawan menjelaskan, seorang jemaah berumur 45 tahun terpaksa ditinggal lantaran tetap dalam perawatan di Rumah Sakit Mekah.
“Sampai saat ini jemaah nan berkepentingan tetap dirawat di sana,” ungkap Imam dalam keterangannya dikutip dari Infobekasi.
Dikarantina dan Dirawat
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat Boy Hary Novian memberikan keterangan rinci mengenai jemaah nan belum bisa pulang.
Jemaah berinisial AS, 45, terpaksa kudu menjalani karantina dan dirawat di rumah sakit lantaran terkena penyakit cacar.
“Kami cemas jika dia ikut diberangkatkan pulang, kondisinya bisa menularkan penyakit dan berakibat bagi jemaah lain nan dalam satu rombongan,” jelas Boy.
Namun dia menegaskan, setelah jemaah tersebut sembuh dan dinyatakan sehat oleh tim medis, rencananya bakal dipulangkan berbareng rombongan kloter berikutnya.
Di momen penyambutan awal hari tadi, Boy juga menyampaikan angan agar seluruh jemaah nan telah selesai menunaikan ibadah haji menjadi haji nan mabrur. Ia juga berpesan agar menjaga gambaran diri sebagai umat Islam.
“Tentu setelah melaksanakan ibadah haji, hati dan perilaku kita pasti berubah menjadi lebih baik. Semua perihal baik itu hendaknya diterapkan dalam kehidupan sehari?hari, baik saat berbaur di tengah masyarakat, maupun dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.
Sekitar pukul 02.15 WIB, sebagian besar jemaah terlihat tampak sangat lelah.
Mereka menceritakan perjalanan pulang dari Tanah Suci menyantap waktu cukup lama, mulai dari menunggu keberangkatan di Bandara Jeddah, penerbangan nan berjalan 9 jam, hingga proses pemeriksaan imigrasi dan menunggu bagasi di Bandara Soekarno-Hatta.
“Capek dan capek sekali, rasanya mau sigap sampai ke rumah saja,” kata Purwadi, jemaah asal Pondokgede, Kota Bekasi. (AK/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·