KLH Kerahkan Drone Thermal untuk Lacak Titik Api di TPA Jatiwaringin

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Tangerang, CNN Indonesia --

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan mengerahkan drone thermal untuk membantu mendeteksi titik api nan tetap tersembunyi di dalam timbunan sampah pada kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, mengatakan teknologi tersebut dibutuhkan untuk memetakan sebaran panas sehingga petugas dapat mengetahui letak api nan tetap aktif di bawah permukaan timbunan sampah.

"Tadi kami juga sudah minta tim Gakkum untuk koordinasi dengan pihak bandara, dengan TNI AU agar bisa melakukan monitoring analisa melalui dronethermal secara berkala," ujar Diaz usai meninjau letak kebakaran TPA Jatiwaringin, Sabtu (4/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Diaz, penggunaan drone thermal bakal disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pemantauan hanya dapat dilakukan pada waktu-waktu tertentu lantaran cemas mengganggu operasional helikopter water bombing.

"Karenadaerahnya banyak helikopter nan lewat dan juga dekat dengan bandara, sehingga pemantauan hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu," ujarnya.

Diaz menjelaskan karakter kebakaran TPA Jatiwaringin menyerupai kebakaran lahan gambut. Meski bagian permukaan terlihat mulai padam, bara api tetap dapat memperkuat di bawah timbunan sampah hingga kedalaman sekitar 10 meter.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah oleh kandungan gas metana (CH4) nan berpotensi memicu ledakan andaikan tidak segera ditangani.

Untuk mengatasi kebakaran bawah permukaan itu, pemerintah mengerahkan 30 personel Manggala Agni nan melakukan pemadaman dengan metode inject, ialah menyuntikkan air bertekanan tinggi langsung ke dalam titik api di bawah timbunan sampah.

"Mereka ini mahir dalam memadamkan gambut, jadi nan serupa dengan TPA ini. Karena TPA ini kurang efektif jika diairin dari atas aja lantaran di bawahnya tetap kebakaran, sehingga kita butuh support Manggala Agni untuk melakukan inject sampai ke titik di bawah," kata dia.

Namun, penerapan metode tersebut tetap menghadapi hambatan teknis. Air nan digunakan kudu bersih agar tidak menyumbat lubang-lubang mini pada pipa injeksi.

"Ada hambatan teknis, airnya kudu bersih, enggak bisa air nan tercampur dengan lumpur, lantaran pipanya banyak pori-pori nan masuk ke bawah," jelasnya.

Karena itu, KLH meminta pemerintah wilayah segera menyiapkan pasokan air bersih dari Perumda agar proses pemadaman dengan sistem inject dapat melangkah optimal.

"Karena kudu high pressure. Perlu air nan high pressure juga," ujarnya.

Kebakaran TPA Jatiwaringin tak hambat pembangunan WtE

Lebih lanjut, Diaz memastikan kebakaran nan melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin tidak bakal menghalang rencana pembangunan proyek waste to energy (WtE).

Waste to energy merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk mengelola sampah dengan teknologi insinerasi untuk menghasilkan daya listrik. TPA Jatiwaringin adalah letak nan direncanakan untuk pembangunan waste to energy di Kabupaten Tangerang.

"Program prioritas dari Bapak Presiden, kami memastikan bahwa program ini tetap bisa berjalan, dan tanah nan digunakan, nan dialokasikan untuk WtE agar tidak digunakan untuk hal-hal lain," ujarnya.

Diaz menjelaskan pembangunan waste to energy bakal dibangun di atas lahan seluas lima hektare. Selain itu, tersedia pula lahan tambahan sekitar dua hektare nan bakal dimanfaatkan sebagai area pengelolaan fly ash and bottom ash (FABA).

"Jadi saya pastikan lagi di sini bahwa lahan nan dialokasikan untuk WtE, 5 hektar plus 2 hektar untuk FABA itu agar tetap bisa dijaga. Tanah nan digunakan, nan dialokasikan untuk WtE agar tidak digunakan untuk hal-hal lain," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid memastikan pelayanan pengangkutan sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Tangerang tetap berjalan meski sebagian area TPA Jatiwaringin tetap terbakar.

Menurut Maesyal, aktivitas pembuangan sampah dialihkan ke area nan belum terdampak kebakaran sehingga pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

"Sampah dari kecamatan-kecamatan lain tetap datang ke sini, kita tempatkan di tempat nan tetap kosong. Dari 33 hektare area TPA, ada enam hektare nan belum terisi," tutur Maesyal.

Hingga Sabtu pagi, petugas campuran tetap terus berjibaku memadamkan kobaran api nan belum sepenuhnya sukses dikendalikan pada hari kelima kebakaran TPA Jatiwaringin sejak Selasa (30/6).

(fra/dod/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional