Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Irjen Rizal Irawan, menjelaskan bahwa pembentukan MPA ini bermaksud untuk mempercepat respons pemadaman di tingkat tapak.(Antara)
PEMERINTAH melalui Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memperkuat tembok pertahanan dalam penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) dengan membentuk 95 golongan Masyarakat Peduli Api (MPA). Kelompok ini disiagakan di enam provinsi prioritas nan mempunyai kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan.
Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan Hidup KLH/BPLH, Irjen Rizal Irawan, menjelaskan bahwa pembentukan MPA ini bermaksud untuk mempercepat respons pemadaman di tingkat tapak. Sebanyak 1.425 personel telah disiapkan untuk mendukung operasi darat di lapangan.
“Sudah membentuk 95 MPA nan tersebar di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Selatan,” ujar Rizal dalam konvensi pers di Jakarta, Senin (31/8).
Sebaran Kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA)
Berdasarkan info KLH/BPLH, berikut adalah rincian sebaran 95 golongan MPA di enam provinsi prioritas:
| Kalimantan Selatan | 20 |
| Sumatera Selatan | 18 |
| Kalimantan Tengah | 18 |
| Riau | 15 |
| Kalimantan Barat | 15 |
| Jambi | 9 |
| Total | 95 |
Rizal menambahkan bahwa jumlah ini bakal terus bertambah. Pemerintah menargetkan pembentukan sekitar 35 golongan MPA tambahan pada tahun 2026 mendatang guna memperluas jangkauan pengawasan lahan.
Untuk menunjang efektivitas kerja di lapangan, pemerintah telah menghibahkan sebanyak 3.975 unit sarana dan prasarana pemadaman. Bantuan ini mencakup peralatan teknis seperti fire rake, fire beater, pompa jinjing, hingga jet shooter (pompa punggung).
Selain perangkat pemadam, personel di lapangan juga dibekali dengan perlengkapan keselamatan kerja, mulai dari selang pemadam, nozzle, wire connector, hingga sepatu bot. "Itu salah satu upaya-upaya dalam penyiapan operasi darat nan kita lakukan," imbuh Rizal.
Target Brigade Kebakaran Lahan 2029
Selain pemberdayaan masyarakat, KLH/BPLH tengah memperkuat struktur umum melalui pembentukan Daerah Operasi (Daops) Brigade Kebakaran Lahan. Saat ini, satu instansi Daops telah resmi terbentuk di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Pemerintah memproyeksikan pembangunan 13 instansi Daops Brigade Kebakaran Lahan secara berjenjang hingga tahun 2029. Sembari menunggu pembangunan prasarana fisik, KLH/BPLH mengedepankan kerjasama antara petugas kementerian dengan golongan MPA nan sudah ada untuk memastikan penanganan karhutla tetap melangkah optimal.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·