KKP Ungkap Penyebab Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Taufik Fajar , Jurnalis-Selasa, 03 Februari 2026 |13:10 WIB

KKP Ungkap Penyebab Kepadatan Kapal di Pelabuhan Muara Angke

KKP (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan kepadatan kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Muara Angke, Jakarta disebabkan oleh banyak aspek. Mulai dari jumlah kapal nan sudah tidak sesuai dengan kapabilitas kolam, cuaca buruk, hingga disebabkan pengaturan arus keluar masuk dan tambat labuh di pelabuhan.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif menguraikan dari sekitar 2.506 kapal nan teridentifikasi mempunyai izin pusat dan bermarkas di PPN Muara Angke, sebanyak 2.092 kapal sudah terbit perpanjangan izinnya untuk musim penangkapan tahun 2026. Namun mereka memang  belum keluar melaut dari pelabuhan lantaran cuaca tetap buruk. Sementara sisanya belum memproses perpanjangan izin penangkapan ikan lantaran ada beberapa syarat belum terpenuhi. 

"Sehingga rumor nan menyebut bahwa masalah perizinan menjadi hambatan sebenarnya tidak tepat, dan bukan menjadi penyebab kepadatan kapal di PPN Muara Angke," ungkap Lotharia dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Ia menambahkan, karakter armada di Muara Angke didominasi kapal berukuran 5–30 GT sehingga jumlahnya relatif lebih banyak. Kapal-kapal ukuran ini berizin pusat lantaran merupakan hasil migrasi izin wilayah nan sekarang wajib berizin pusat lantaran beraksi di atas 12 mil laut. Kondisi ini berbeda dengan kapal-kapal besar berukuran di atas 100 GT seperti nan tercatat di Pelabuhan Nizam Zachman, termasuk kapal angkut berukuran besar, sehingga jumlah unit kapalnya lebih sedikit namun tonasenya lebih besar.

KKP juga sejak awal Januari sudah menerapkan moratorium pemberian pelabuhan pangkalan di PPN Muara Angke bagi kapal-kapal baru alias nan bakal beranjak pangkalan ke PPN Muara Angke guna mencegah penambahan kepadatan kapal di PPN Muara Angke hingga menunggu adanya peningkatan kapabilitas dermaga dan kolam pelabuhan. 

Sementara itu, berasas koordinasi dengan pemerintah wilayah Jakarta, sebanyak 365 kapal perikanan perlu direlokasi untuk membuka alur pelayaran sehingga keselamatan pelayaran serta kelancaran sandar dan bongkar muat dapat terjaga.

“PPN Muara Angke merupakan salah satu pelabuhan perikanan dengan tingkat aktivitas tertinggi di Indonesia. Faktor cuaca nan kurang kondusif dan musim penangkapan ikan, mengakibatkan banyak kapal kembali ke pelabuhan secara bersamaan. Ke depan memang perlu ekspansi pelabuhan baik di Muara Angke alias Muara Baru, penertiban kapal-kapal nan sudah rusak dan mangkrak untuk ditarik dan dikeluarkan dari pelabuhan," ujar Latif.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑