Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam rangka mendorong pengembangan sektor perikanan dan kelautan di Tanah Air, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerja sama dengan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat rantai pasok hasil perikanan sekaligus membantu kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) bakal diintegrasikan dengan KDMP. Lewat kerja sama ini, hasil produksi dari nelayan bisa ditampung dan diambil oleh koperasi desa tersebut.
"Kalau dia (KDMP) nan dekat dengan Desa Pesisir, itu salah satu unitnya adalah Kampung Nelayan Merah Putih ini. Jadi hasil produksinya ini bisa ditampung alias bisa diambil oleh Koperasi Desa Merah Putih," ungkap Trenggono, dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema 'Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian', Rabu (24/6/2026).
Dirinya bilang, kerjasama tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam membangun ekosistem sektor perikanan dari hulu ke hilir. Pada akhirnya, pengedaran hasil perikanan nasional menjadi lebih efektif dan memberikan faedah nan lebih besar bagi para nelayan, baik dari sisi ekonomi maupun kualitas ikan nan dihasilkan.
Bukan hanya itu, pemerintah juga menggencarkan modernisasi armada perikanan nasional. Dalam perihal ini, KKP menargetkan pembangunan 1.582 kapal perikanan modern hingga 2028, termasuk 1.000 unit kapal berkapasitas 30 gross ton (GT).
"Nah, kita dengan melakukan modernisasi ini harapannya sebetulnya di situ ada fasilitas, ada face findernya, terus kemudian udah ada freezernya, dan seterusnya lah processing, jika nan 30 GT seperti itu. Nah harapannya sebetulnya kelak penangkapan juga penangkapan nan ramah lingkungan," terang dia.
Menurut dia, saat ini sebagian besar kapal perikanan nasional tetap menggunakan kapal kayu dengan teknologi nan belum mutakhir. Biasanya, para nelayan tetap menggunakan kapal di bawah 5 GT, sehingga penangkapan ikan maksimal hanya bisa dilakukan untuk waktu satu alias dua hari saja.
Lantas, modernisasi perlu dilakukan agar para nelayan mempunyai kapal nan lebih bersih dan memenuhi standar operasional nan ditentukan, sehingga hasil tangkapan ikan dapat meningkat dengan kualitas nan lebih baik. Dari situ, Trenggono berambisi sebanyak 1.000 unit kapal berkapasitas 30 GT bisa ditempatkan di 1.000 kampung nelayan.
Guna mempercepat realisasi program tersebut, KKP bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melalui Badan Logistik Pertahanan. Pemerintah menargetkan 50 unit kapal modern dapat rampung pada akhir tahun 2026 sebagai tahap awal sebelum seluruh sasaran pembangunan armada diselesaikan pada 2027-2028.
(rah/rah)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·