Kisahnya Viral, Perjuangan Emmy Saelan dan Wolter Mongisidi Bakal Diangkat ke Layar Lebar

Sedang Trending 2 jam yang lalu

JAKARTA - Belakangan ini, nama Emmy Saelan dan Wolter Monginsidi kembali menarik perhatian warganet. Sebuah konten di media sosial nan mengangkat kisah keduanya ramai diperbincangkan, membawa cerita tentang dua tokoh perjuangan ini kembali ke tengah percakapan publik. Menariknya, kisah mereka sekarang juga datang melalui medium berbeda, ialah movie layar lebar.

Kisah Emmy Saelan, seorang perawat sekaligus pejuang wanita asal Makassar, diangkat ke dalam movie EMMY nan turut membawa cerita perjuangannya dengan Wolter Monginsidi kepada penonton masa kini. Film produksi Denny Siregar Production ini juga bakal meramaikan The 21st Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF). Kehadirannya memunculkan pertanyaan menarik: apa nan membikin kisah kedua tokoh ini kembali relevan untuk dibicarakan, dan gimana movie EMMY membawa kisah mereka lebih dekat kepada generasi sekarang?

Menariknya, EMMY tidak hanya mengandalkan latar sejarah dan perjuangan. Denny Siregar Production justru memberikan ruang lebih besar pada romansa, empati, dan sisi kemanusiaan. Pendekatan ini cukup menarik untuk dibahas, terutama jika memandang gimana rumah produksi tersebut dikenal melalui karya-karya seperti Kupu-Kupu Kertas dan Tanah Runtuh.

Dalam pemberitaan salah satu tulisan redaksi pada 28 September 2026, Denny Siregar menjelaskan bahwa perubahan pendekatan tersebut berangkaian dengan kemauan untuk mendengarkan dinamika dan kebutuhan penonton.

“Kami mendengarkan dinamika dan kemauan penonton,” ujar Denny Siregar melalui salah satu tulisan redaksi (28/09/26).

Ia juga menjelaskan bahwa EMMY bakal memberikan ruang lebih besar pada unsur romansa, empati, dan sisi kemanusiaan dibandingkan konsentrasi pada konflik, politik, sejarah, dan tindakan nan padat. Pernyataan ini memunculkan satu perihal nan menarik untuk diperhatikan: apakah penonton bakal memandang EMMY sebagai sesuatu nan berbeda dari karya-karya Denny Siregar Production sebelumnya?

Sebab, mengangkat cerita sejarah ke layar lebar memang punya tantangan tersendiri. Penonton tidak selalu datang dengan bekal pengetahuan tentang tokoh alias peristiwa nan diceritakan. Karena itu, hubungan antarkarakter, bentrok personal, dan emosi bisa menjadi pintu masuk nan membikin cerita terasa lebih dekat. Sejarah nan awalnya terasa jauh pun berpotensi menjadi sesuatu nan lebih mudah dipahami dan dirasakan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑