
George Weah kala memihak AC Milan. (Foto: AC Milan)
KISAH tak biasa pesepakbola George Weah menarik diulas. Pemenang Ballon dOr 1995 ini terpilih jadi presiden Liberia.
Tentunya, berita ini langsung jadi sorotan besar. Ini jadi perubahan pekerjaan nan begitu drastis bagi seorang pesepakbola.

1. Pemenang Ballon dOr 1995
Kala membicarakan soal sepakbola dunia, nama George Weah tentu tak boleh terlewat. Pesepakbola kelahiran Monrovia, Liberia, pada 1 Oktober 1966 ini sukses ukir prestasi manis.
George Weah pernah memperkuat klub-klub top dunia. Di antaranya, ada Paris Saint-Germain (PSG), AC Milan, Chelsea, hingga Manchester City.
Bermain di posisi striker, banyak gol nan bisa dicetak George Weah dalam kariernya. Di AC Milan, dia bukukan 58 gol dan 36 assist dari 147 penampilannya. Dia juga cetak 55 gol dan 11 assist dari 138 penampilan di PSG.
Bersama Chelsea, George Weah hanya main 15 kali. Namun, dari penampilannya itu, dia bisa cetak 5 gol dan 2 assist. Begitu juga di Man City, meski hanya main 9 kali, dia tetap bekerja optimal hingga cetak 4 gol dan 2 assist.
Penampilan apiknya itu membawa klub-klub nan dibelanya bisa berjuang merebut gelar bergengsi. George Weah bawa PSG juara Liga Prancis, 2 kali Piala Prancis pada musim 1992-1993 dan 1994-1995, hingga juara Piala Liga Prancis pada musim 1994-1995.
Lalu, berbareng Chelsea, dia bawa klub tersebut juara Piala FA pada musim 1999-2000. Di AC Milan, George Weah angkat trofi juara Liga Italia dua kali pada musim 1995-1996 dan 1998-1999.
Kegemilangannya di PSG apalagi membuahkan trofi Ballon dOr juga. Dia meraihnya pada 1995 nan tentunya mengalahkan sederet nama top di bumi sepakbola pada masa itu.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·