Suminem (96) tak kuasa menahan air matanya. Begitu tiba di Bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Ia begitu haru akhirnya bisa menjejakkan kaki di tanah suci.
"Ya Allah, saya sudah tiba di Madinah," katanya, saat ditemui di Bandara Madinah pada Sabtu (25/4) malam. Usia Suminem nan nyaris 100 tahun itu perlu menggunakan support bangku roda untuk beraktivitas. Namun perihal itu tak menyurutkan semangatnya beragama dan menunaikan rukun Islam kelima. Dahulu, Suminem bekerja sebagai seorang petani padi. Sedikit demi sedikit dia menabung untuk bisa berhaji. Tabungan itu dia kumpulkan puluhan tahun lamanya. "Saya awalnya kumpulkan Rp 10.000 per minggu. Kalau ada duit dikumpulkan segitu, kadang tidak ada uang," ujar wanita asal Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Suminem kemudian memberanikan diri mendaftar haji di usianya nan tak lagi muda. 15 tahun kemudian, dia berangkat. Dia sekarang tergabung dalam kloter 3 Embarkasi Palembang (PLM) nan tiba di Bandara Madinah pada Sabtu (25/4) malam. "Nunggunya (naik haji) 15 tahun," kata Suminem nan berhaji ditemani oleh putranya. Suminem tak menyangka dapat berhaji pada usia 96 tahun. Dia mengakui bahwa fisiknya tak lagi leluasa bergerak untuk beribadah. "Kadang pinggang sakit, tapi Alhamdulillah tetap dikasih sehat sama Allah," paparnya. Suminem pun mengapresiasi petugas haji daker airport nan dengan sigap membantu mendorong bangku rodanya. Dukungan para petugas untuk para lansia di Tanah Suci menambah semangat tersendiri baginya. "Terima kasih ya, Nak. Petugasnya sudah banyak membantu," ucap Suminem.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·