
Ganda campuran Singapura-Indonesia, Terry Hee/Gloria Emanuelle Widjaja. (Foto: Instagram/pbsi)
MULHEIM AN DER RUHR – Pebulutangkis dobel campuran Indonesia, Gloria Emanuelle Widjaja dan pasangannya nan berasal dari Singapura, Hee Yong Kai Terry, dipastikan menghadapi tantangan berat di 16 besar German Open 2026. Kendati demikian, Terry/Gloria tak takut sama sekali dan siap berjuang keras demi tiket perempatfinal.
Gloria Emanuelle Widjaja, mengawali langkahnya di German Open 2026 dengan hasil gemilang. Berpasangan dengan pemain asal Singapura, duet lintas negara ini tampil dominan pada laga pembuka turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut.
Berlaga di Westenergie Sporthalle pada Rabu 25 Februari 2026, Terry/Gloria hanya memerlukan dua gim langsung untuk menyingkirkan pasangan Swiss, Yann Orteu/Caroline Racloz. Kemenangan meyakinkan dengan skor 21-8 dan 21-16 menjadi bukti perbedaan bendera negara bukan menjadi penghalang bagi keduanya untuk tampil solid di lapangan.
1. Membangun Chemistry
Meski belum lama dipasangkan dan mempunyai waktu latihan berbareng nan minim, komunikasi menjadi kunci utama keberhasilan mereka mengatasi hambatan teknis. Gloria mengungkapkan pemahaman pola permainan satu sama lain sudah cukup terbentuk, sehingga mereka bisa mengontrol jalannya pertandingan sejak awal gim pertama.
Terry Hee/Gloria Emanuelle Widjaja. (Foto: Instagram/sgbadminton)
“Untuk komunikasi, kami berupaya terus menjaga dan membangun chemistry di lapangan. Walaupun waktu latihan berbareng tidak terlalu banyak, kami berupaya memaksimalkannya saat pertandingan,” ujar Gloria dalam keterangan nan dikutip dari PB Djarum, Kamis (26/12/2026).
“Pola permainan masing-masing sudah cukup dipahami, kami tahu kudu bergerak ke mana dan melakukan apa,” tambahnya.
Gloria juga menekankan pentingnya menjaga kesiapan mental dan bentuk untuk menghadapi fase selanjutnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·