Kisah Saina Nehwal, Legenda Bulu Tangkis India yang Kritik Keras Rencana Perubahan Skor 15 Poin

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Kisah Saina Nehwal, Legenda Bulu Tangkis India nan Kritik Keras Rencana Perubahan Skor 15 Poin

Legenda tunggal putri asal India, Saina Nehwal. (Foto: Instagram/nehwalsaina)

LEGENDA bulu tangkis India, Saina Nehwal, menyuarakan kekhawatiran mendalam terhadap wacana Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) nan berencana mengubah format skor pertandingan. Peraih lencana Olimpiade tersebut menilai sistem 21 poin nan bertindak saat ini adalah identitas original bulu tangkis nan menguji ketahanan bentuk dan mental para atlet di level tertinggi.

BWF diketahui tengah mengusulkan transisi dari format best-of-three 21 poin menjadi format 3x15 poin. Usulan ini rencananya bakal dibawa ke pemungutan bunyi dalam rapat umum tahunan BWF di Horsens, Denmark, pada 25 April 2026 mendatang.

Namun bagi Saina, langkah ini perlu dipikirkan ulang secara matang agar tidak merusak prinsip olahraga tepok bulu tersebut.

1. Menjaga Intensitas

Saina menekankan turnamen prestisius seperti All England dan Kejuaraan Dunia mempunyai nilai sejarah nan spesial justru lantaran tuntutan daya tahan nan tinggi. Menurutnya, format 21 poin telah membentuk standar kejuaraan nan seimbang dan kualitas reli nan menarik bagi penonton selama bertahun-tahun.

"Bulu tangkis mempunyai tradisi nan kaya, dan turnamen seperti All England Open serta Kejuaraan Dunia BWF selalu spesial lantaran aspek intensitas dan daya tahannya," ujar Saina, dikutip dari India Today, Sabtu (14/3/2026).

"Setiap perubahan dalam penilaian alias format kudu dipertimbangkan dengan cermat. Sistem 21 poin saat ini telah bekerja dengan baik dan para pemain telah beradaptasi dengannya selama bertahun-tahun,” tambahnya.

Saina Nehwal BWF Saina Nehwal BWF

2. Sorotan Terhadap Kesejahteraan Pemain

Selain masalah skor, Saina juga mengkritik struktur baru BWF World Tour, khususnya untuk level Super 1000 nan bakal melibatkan 48 pemain dalam babak grup dan lama turnamen nan diperpanjang hingga 11 hari. Ia mengingatkan BWF untuk lebih memprioritaskan pemulihan pemain di tengah almanak internasional nan sangat padat.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com