Kisah RI Pangkas Produksi Nikel, Harga Langsung Melejit

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa produksi nasional sangat mempunyai akibat atas nilai nikel di dunia. Adapun, pengurangan alias penambahan kapabilitas produksi dalam jumlah besar dapat langsung memberikan akibat terhadap pergerakan nilai nikel global.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan, sensitivitas tersebut terlihat ketika terdapat penambahan produksi nikel dalam jumlah besar oleh salah satu perusahaan.

"Saya contohkan kemarin ada saya di-complain salah satu di sini nikel. Nikel itu begitu ada ngomong naik satu perusahaan naik 25 juta ton itu nilai langsung turun 850 poin betul? Betapa sensitifnya nilai terhadap produksi kita," ujar Tri dalam MINDialogue dengan tema Komoditas untuk Negeri: Strategi Penguatan Cadangan Mineral untuk Stabilitas dan Kedaulatan Ekonomi RI, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perubahan produksi nikel Indonesia mempunyai pengaruh nan signifikan terhadap nilai komoditas tersebut. Sebaliknya, ketika pemerintah mulai mengendalikan kapabilitas produksi, nilai nikel dapat mengalami kenaikan.

Sebagai contoh persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel pada 2025 nan mencapai sekitar 415 juta ton. Pada saat volume produksi berada di kisaran tersebut, pergerakan nilai relatif tidak menunjukkan persoalan berarti.

"Nah dari 400 ke 417 juta ton itu kayak seperti nggak ada masalah saja tetapi begitu kita umumkan bahwa kita bakal melakukan pengelolaan terhadap kapabilitas produksi nilai nikel naik menjadi 18.000. Jadi sensitivitas itulah nan ini," katanya.

(pgr/pgr) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News