Setelah dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh, master menyampaikan berita nan sangat berat bagi dirinya dan keluarga. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa janin nan dikandungnya telah meninggal dalam kandungan pada usia kehamilan sekitar delapan minggu. Untuk mencegah komplikasi lebih lanjut akhirnya master menyarankan agar segera dilakukan tindakan kuretasi.
“Dokter kemudian menjelaskan bahwa degub jantung janin tidak ditemukan dan kehamilan saya dinyatakan mengalami keguguran nan tidak berkembang. Akhirnya master menyarankan untuk segera dilakukan kuret di tanggal 18 Mei 2026 di RSCM Kiara," katanya.
Ia merasa berterima kasih seluruh proses pengobatan melangkah dengan baik. Mulai dari pemeriksaan, konsultasi master spesialis, tindakan kuret, hingga pemasangan perangkat kontrasepsi Intrauterine Device (IUD) setelah tindakan, semuanya ditanggung oleh BPJS Kesehatan.
Puteri mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Program JKN, terutama saat kudu menjalani pelayanan kesehatan nan memerlukan biaya tidak sedikit. Saat ini dia bisa konsentrasi untuk pemulihan pasca kuretasi dan terus kontrol ke Poli Alergi Imunologi tanpa kudu dibebani kekhawatiran mengenai biaya pengobatan.
“Saya sangat berterima kasih menjadi peserta JKN. Dalam kondisi nan sedang berduka, saya bisa mendapatkan pelayanan nan baik tanpa kudu memikirkan biaya. Semua proses melangkah lancar dan saya merasa sangat terbantu. Saat ini kondisi saya sudah sehat dan jauh lebih baik. Saya juga terus melakukan kontrol sesuai rekomendasi master untuk menjaga kesehatan ke depannya,” ujarnya.
Ia berambisi Program JKN nan diselenggarakan BPJS Kesehatan dapat terus datang dan memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, keberadaan JKN sangat membantu peserta dalam menghadapi beragam kondisi kesehatan, termasuk di situasi nan tidak terduga.
“Saya berambisi Program JKN dapat terus dipertahankan dan semakin baik kualitas pelayanannya. Semoga semakin banyak masyarakat nan merasakan manfaatnya seperti nan saya rasakan. Ketika menghadapi kondisi kesehatan nan berat, peserta tidak perlu lagi cemas mengenai biaya pengobatan jadi bisa lebih konsentrasi ke proses penyembuhannya,” tutup Puteri. (MI/dw)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·