Kisah Peserta TASPEN yang Produktif Mengajar Bahasa Jepang Usai Pensiun

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

PT TASPEN (Persero) terus berupaya berupaya memberikan kepastian dan rasa kondusif bagi peserta dalam menjalani masa purnabakti. Upaya ini dilakukan melalui melalui penyaluran faedah pensiun sesuai prinsip 5T, ialah Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, dan Tepat Administrasi.

Manfaat ini pun turut dirasakan Rudy Darmawan (65), peserta pensiun TASPEN asal Jakarta nan memasuki masa pensiun sebagai pembimbing SMA pada tahun 2021. Selama menjalani masa purnabakti, Rudy selalu menerima faedah pensiun secara lancar dan tepat waktu, sehingga dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan tenang.

Usai pensiun, Rudy membuka kelas Bahasa Jepang secara daring nan diikuti dari beragam kalangan seperti pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Sejak membuka kelas Bahasa Jepang lima tahun lalu, dia telah membantu lebih dari 900 peserta mempelajari bahasa dan budaya Jepang.

"Pensiun bukan akhir dari pengabdian. Selama tetap sehat dan mempunyai keahlian untuk berbagi, saya mau tetap berfaedah bagi orang lain. nan terpenting adalah tetap aktif dan menjalani masa pensiun dengan bahagia," ujar Rudy dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai peserta program pensiun PT TASPEN (Persero), Rudy juga merasakan kemudahan beragam jasa digital nan dihadirkan perusahaan, termasuk fitur autentikasi digital nan memungkinkan peserta melakukan verifikasi secara berdikari setiap bulan tanpa kudu datang ke instansi layanan.

"Sekarang saya melakukan autentikasi melalui swafoto setiap bulan. Prosesnya mudah dan membantu peserta seperti saya," tambah Rudy.

Corporate Secretary PT TASPEN (Persero), Henra menyampaikan TASPEN tidak hanya berkedudukan dalam menyalurkan faedah pensiun secara tepat waktu dan tepat jumlah, tetapi juga mendampingi peserta agar tetap aktif, sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani masa purnabakti.

"Melalui jasa digital dan proses autentikasi nan sederhana, TASPEN memastikan peserta dapat memperoleh haknya dengan nyaman tanpa mengganggu aktivitas dan produktivitas mereka. Seperti nan ditunjukkan Bapak Rudy, peserta tetap dapat mengembangkan potensi dan memberikan faedah bagi masyarakat dengan tenang lantaran faedah pensiunnya tersalurkan secara lancar," ungkap Henra.

Melalui kelasnya, Rudy menerapkan konsep belajar nan inklusif dengan biaya seikhlasnya. Bagi masyarakat nan mau bergabung, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui media sosial FB @rudy.dermawan.775727 dan WA nan dikelolanya.

Sejak memulai kelas pada tahun 2021, hingga sekarang Rudy terus memperluas akses pembelajaran sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta. Antusiasme peserta pun cukup tinggi, dengan jumlah pendaftar nan rata-rata mencapai puluhan orang setiap bulan.

Kisah Rudy merupakan gambaran bahwa masa pensiun dapat menjadi fase baru nan penuh makna. Dengan support sistem agunan sosial nan berkelanjutan, peserta pensiun berkesempatan untuk mengembangkan potensi, memperluas kontribusi sosial, serta mewujudkan kehidupan nan lebih sejahtera dan berkualitas.

PT TASPEN (Persero) juga terus memperkuat peran sebagai Center of Excellence dalam pengelolaan agunan sosial ASN di Indonesia melalui transformasi layanan, penemuan digital, tata kelola nan baik, serta pengembangan ekosistem kesejahteraan peserta nan berkelanjutan.

Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia nan unggul, meningkatkan kualitas hidup masyarakat, serta mewujudkan sistem perlindungan sosial nan inklusif dan berkelanjutan.

(akd/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News