
Mikhayla Shanum Caya. (Foto: Instagram/@kekesrintil)
KISAH Mikhayla Shanum Cata menarik diulas. Atlet termuda Indonesia di Asian Games 2026 ini menceritakan soal awal perjalanannya menjadi atlet skateboard.
Mikhayla alias nan berkawan disapa Keke ini rupanya jatuh cinta dengan bumi skateboard lantaran sang ayah. Dia mengaku mulai menyukainya setelah memandang ayah bermain skateboard.

1. Atlet Skateboard Cilik
Mikhayla mengaku sudah menekuni olahraga skateboard sejak usia dini. Dia pertama kali bermain skateboard apalagi di umur 4 tahun.
Mikhayla pun terus mengasah kemampuannya untuk mewujudkan cita-cita menjadi atlet berprestasi. Di usianya nan baru menginjak 12 tahun, Keke sudah menjalani bumi skateboard selama sekitar delapan tahun.
Ketertarikan Keke terhadap skateboard bermulai dari sang ayah nan juga bermain olahraga tersebut. Melihat ayahnya bermain skateboard, Keke pun tertarik untuk mencoba dan mengikuti jejaknya.
“Ayah pernah main skateboard, jadi saya pengin ikut-ikutan. Pertama kali lihat, saya berpikir, ‘Oh, keren banget nih, saya pengin ikut juga,’” ujar Mikhayla di aktivitas Morning Zone nan tayang di Youtube Okezone.
“Terus, saya dikasih papan skateboard nan agak besar, tetapi diajarin langkah melangkah dulu. Setelah dikasih papan nan ukurannya sesuai, baru saya diajarin lebih serius,” lanjutnya.
Pada awalnya, Keke diberikan papan skateboard berukuran lebih besar dan diajari teknik dasar untuk melangkah menggunakan papan. Setelah mendapatkan papan dengan ukuran nan sesuai, dia mulai menjalani latihan secara lebih serius.
Proses belajar skateboard tidak berjalan secara instan. Mikhayla kudu menguasai beragam keahlian dasar, mulai dari menjaga keseimbangan, meluncur, hingga turun dari papan dengan benar.
“Iya, awalnya saya belajar jalan dan belajar turun,” ucap Keke.
2. Mulai Serius Menjadi Atlet Sejak Usia 7 Tahun

Ketertarikan Mikhayla nan awalnya sekadar mau mengikuti aktivitas sang ayah perlahan berkembang menjadi kesungguhan untuk menekuni skateboard. Sekitar usia 7 alias 8 tahun, dia mulai mempunyai kemauan untuk menjadikan olahraga tersebut sebagai jalan meraih prestasi.
Dalam proses latihannya, Mikhayla mendapat support langsung dari sang ayah nan merupakan pembimbing kepala di sekolah skateboard berjulukan Green Skate. Di tempat tersebut, Keke tidak hanya berlatih berbareng ayahnya, tetapi juga berada di lingkungan nan mempunyai sejumlah pembimbing lain.
Dukungan family dan lingkungan latihan menjadi bagian krusial dalam perjalanan Keke mengasah keahlian serta membangun kedisiplinan sebagai atlet muda.
“Kalau enggak salah, umur tujuh alias delapan tahun mulai serius jadi atlet. Daddy saya punya sekolah skateboard namanya Green Skate. Di sana ada banyak pelatih. Salah satu pelatihnya adalah Daddy aku, jadi saya lebih banyak latihan sama Daddy lantaran dia juga head coach di sana,” cerita Mikhayla.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·