
Simak kisah legenda Timnas Indonesia Boaz Solossa nan menolak gabung tim Eropa demi memperkuat di Persipura Jayapura (Foto: Instagram/@boazsolossa)
KISAH legenda Timnas Indonesia Boaz Solossa menarik untuk diulas. Sebab, dia pernah menolak gabung tim Eropa demi memperkuat di Persipura Jayapura.
Boaz kerap dianggap talenta sepakbola terbaik nan pernah lahir di bumi Indonesia. Ia punya paket komplit sebagai ahli gedor, punya lari cepat, gocekan maut, sepakan akurat, dan kedua kaki hingga kepalanya sama-sama tajam!
1. Dihabiskan di Persipura Jayapura

Sebagian besar pekerjaan Boaz dihabiskan berbareng Persipura sejak 2004. Menurut info Transfermarkt, Bochi –sapaan akrabnya- mengukir 99 gol dan 35 assist dalam 226 pertandingan di semua kejuaraan untuk Mutiara Hitam.
Sumbangsih itu berbuah empat trofi Liga Indonesia. Belum lagi, Boaz tiga kali menjadi top skor kejuaraan domestik. Sebuah pencapaian nan belum bisa disamai oleh striker-striker lokal lain.
Bakat besarnya banyak dianggap kurang mencapai potensi maksimal gara-gara tidak pernah berkarier di luar negeri. Boaz sebetulnya bukan tidak dilirik. Dua kesebelasan Eropa sempat berupaya memboyongnya.
VVV-Venlo pernah mau membajak Boaz ke Belanda pada awal 2011. Hal serupa coba dilakukan Cesena nan hendak membawanya ke Italia.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·