Kisah Kelam Ye Zhaoying, Rival Abadi Susy Susanti yang Dibuang Negaranya Sendiri Akibat Bongkar Pengaturan Skor

Sedang Trending 44 menit yang lalu

Kisah Kelam Ye Zhaoying, Rival Abadi Susy Susanti nan Dibuang Negaranya Sendiri Akibat Bongkar Pengaturan Skor

Legenda bulu tangkis asal China, Ye Zhaoying. (Foto: Badmintonnewsflash)

KISAH kelam Ye Zhaoying, legenda bulu tangkis China nan dibuang negaranya sendiri akibat membongkar kasus pengaturan skor sampai saat ini tetap menjadi sebuah cerita nan menarik untuk dibahas. Untuk nan belum tahu, Ye Zhaoying merupakan salah satu rival bebuyutan tunggal putri jagoan Indonesia, Susy Susanti pada era 1990-an hingga awal milenium.

Pada era tersebut, Ye Zhaoying menjadi nan paling ditakuti lantaran kerap menjadi batu sandungan berat bagi para pesaingnya, termasuk legenda Indonesia, Susy Susanti. Catatan pertemuan memperlihatkan sungguh ketatnya rivalitas mereka di lapangan hijau, di mana Ye Zhaoying sukses merebut 11 kemenangan dari total 31 kali berantem melawan peraih emas Olimpiade Barcelona tersebut.

Kendati demikian, alur takdir membawa kehidupan Ye Zhaoying berbelok drastis ke arah nan jauh berbeda dari sang rival. Alih-alih menikmati masa pensiun nan tenang sebagai pahlawan olahraga nasional, wanita kelahiran Hangzhou ini justru terlempar ke lembah pengasingan.

Pemerintah China apalagi menjulukinya sebagai pengkhianat negara setelah dia membuka borok busuk bumi olahraga domestik ke hadapan publik internasional.

1. Tuduhan Penghianatan

Petaka dalam hidup Ye Zhaoying bermulai ketika dia secara terbuka membongkar petunjuk kontroversial nan diterimanya pada arena Olimpiade Sydney 2000. Ia mengaku dipaksa dan diancam oleh pihak berkuasa untuk sengaja mengalah di babak semifinal demi memuluskan jalan rekan senegaranya, Gong Zhichao, meraih emas.

Ye Zhaoying vs Susi Susanti. BWF Ye Zhaoying vs Susi Susanti. BWF

Keberaniannya menelanjangi intrik kotor di kembali gorden kejayaan rezim olahraga Tiongkok itu kudu dibayar dengan nilai nan sangat mahal. Pemerintah setempat langsung mencapnya sebagai pembangkang dan pengkhianat bangsa tanpa ampun.

Dampak dari hukuman sosial dan politik tersebut tergolong ekstrem, termasuk penghapusan rekam jejak serta namanya dari lembaran sejarah olahraga Tiongkok. Merasa keselamatan jiwanya terancam di tanah kelahiran sendiri, dia memutuskan untuk angkat kaki dan mencari suaka kenyamanan di Spanyol.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com