
Pembalap Tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi. (Foto: Instagram/Aprilia)
BURIRAM – Pembalap Tim Aprilia Racing, Marco Bezzecchi membuktikan mentalitas juaranya di seri pembuka MotoGP 2026. Setelah melewati hari Sabtu nan penuh musibah dengan tiga kali kejadian jatuh, Bezzecchi sukses melakukan reset sempurna untuk memenangi balapan utama MotoGP Thailand 2026 pada Minggu 1 Maret 2026.
Kemenangan di Sirkuit Buriram. Thailand tersebut bukan sekadar raihan poin, melainkan catatan sejarah sebagai pembalap Aprilia pertama nan memenangi tiga Grand Prix kelas utama secara beruntun.
1. Balapan Tak Mudah
Perjalanan Bezzecchi di Thailand ibaratkan roller coaster. Meski meraih pole position, dia mengalami kecelakaan fatal saat memimpin di sesi Sprint.
Bezzecchi mengakui rentetan kesalahan tersebut sempat menggerus kepercayaan dirinya. Ia merasa terlalu gugup dan memaksakan motor melampaui batas, terutama saat mencoba memotong tikungan terlalu tajam nan berujung pada jatuhnya dia di sesi sprint race.
Namun, di balapan utama, Bezzecchi tampil jauh lebih tenang dan kalkulatif. Ia memimpin sejak start hingga garis finis tanpa melakukan satu pun kesalahan fatal.
Marco Bezzecchi melaju di MotoGP Thailand 2026 (Foto: Facebook/MotoGP)
"Setelah hari kemarin (Sabtu), sangat krusial untuk mengatur ulang pikiran dan bangkit di balapan utama," ungkap Bezzecchi, dilansir dari Crash, Senin (2/3/2026).
Strateginya untuk membangun jarak di awal balapan terbukti jitu, memberikan ruang baginya untuk mengelola kondisi ban nan sangat kritis.
“Saya tahu kecepatan saya bagus, jadi jika saya bisa memulai dengan baik dan tetap sedikit lebih tenang, mungkin untuk membangun sedikit jarak di awal. Kemudian saya bisa mengelola jarak itu,” tambahnya.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·