Langkah kaki Jufriadi terlihat berbeda dari kejauhan. Dengan dua tongkat di tangan, langkah per langkah dia tapaki saat baru tiba di Madinah, Arab Saudi, Minggu (3/5).
Pria asal Desa Sungai Paku, Kecamatan Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, hanya mempunyai satu kaki. Namun tak menghentikan langkahnya ke tanah suci untuk beragama haji tahun ini.
Jufriadi tergabung dalam Kloter 8 Embarkasi Batam. Keberangkatannya kali ini terasa begitu emosional lantaran dia berangkat untuk menggantikan posisi almarhum ayahnya.
"Sampai sekarang tetap terasa mimpi. Tidak terlalu percaya dipanggil ke sini. Tapi dengan kuasa Allah, Allah panggil ke sini," kata Jufriadi memulai kisahnya.
Kecelakaan 22 Tahun Silam
Kondisi bentuk Jufriadi berubah sejak tahun 2004. Saat itu, dia mengalami kecelakaan tragis sepulang sekolah nan mengakibatkan kaki kanannya kudu diamputasi. Kehilangan satu kaki tidak lantas membuatnya menarik diri dari bumi luar.
Di kampung halamannya, Desa Sungai Paku, Jufriadi dikenal sebagai sosok nan aktif. Dengan keterbatasan nan ada, dia adalah seorang pembimbing sepak bola. Ia mendedikasikan waktunya untuk melatih anak-anak di Sekolah Sepak Bola (SSB) Tuah Degi.
"Sehari-hari saya melatih SSB Tuah Degi di Desa Sungai Paku" tuturnya.
Menjelang keberangkatan ke Arab Saudi, Jufriadi sadar ibadah haji memerlukan bentuk nan kuat. Ia pun melakukan persiapan berdikari secara konsisten.
Setiap hari, dia rutin melakukan jalan kaki dengan tongkat mengelilingi lapangan bola tempatnya biasa melatih anak-anak.
"Persiapan bentuk paling-paling jalan kaki, keliling lapangan bola. Insya Allah saya percaya menjalankan ibadah haji, Allah kuatkan," ucapnya optimis.
Mukjizat ke Tanah Suci
Bagi Jufriadi, panggilan ke Baitullah adalah sebuah mukjizat. Di Tanah Suci nanti, dia sudah menyiapkan serangkaian doa, baik untuk almarhum ayahnya maupun untuk rekan-rekan di kampung.
"Doa-doa semoga diterima kebaikan ibadahnya, jadi haji nan mabrur. Semuanya sehat-sehat, kawan-kawan nan lagi berhaji juga semua lancar," pungkasnya.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·