Kisah Jaksa Lopa Tolak Beli Mobil Jusuf Kalla dengan ‘Harga Teman’

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah sorotan terhadap dugaan kepemilikan aset berupa emas dan duit tunai berbobot ratusan miliar rupiah dalam kasus nan menyeret Jampidum Febrie Adriansyah, kisah Baharuddin Lopa kembali banyak dibicarakan. Bukan lantaran perkara nan ditanganinya semasa menjadi Jaksa Agung, melainkan lantaran langkah dia menjaga jarak dengan segala corak pemberian.

Salah satu cerita nan paling dikenal datang dari Wakil Presiden ke12 Jusuf Kalla alias JK.

Ketika menjabat Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Lopa beriktikad membeli mobil pribadi. Ia lantas menghubungi Jusuf Kalla nan saat itu menjadi pemasok tunggal Toyota di Indonesia Timur.

JK lebih dulu menawarkan Toyota Crown seharga sekitar Rp100 juta.

"Mahal sekali, ada nan murah?" jawab Lopa.

Toyota Cressida seharga Rp60 juta pun tetap dianggap terlalu mahal.

Melihat sahabatnya terus menawar, Jusuf Kalla akhirnya menawarkan sebuah Toyota Corona dengan nilai jauh lebih murah. Dalam jenis lain nan juga pernah diceritakan JK, nilai mobil apalagi sempat dibuat jauh di bawah nilai pasar agar Lopa bersedia membelinya.

Namun, Lopa tetap tidak mau menerima nilai "teman". Ia memilih bayar sesuai nilai nan semestinya dengan langkah mencicil.

Belakangan, dia menjelaskan alasannya kepada Jusuf Kalla.

"Boleh terima mobil darimu lantaran memang tidak ada urusan apa pun. Tapi, suatu saat kau alias temanmu punya urusan kemudian datang dan minta tolong. Saya tidak tegak lagi lantaran telah tersandera oleh pemberianmu waktu itu," ucap Lopa berasas penuturan JK

Kalimat itu menjadi salah satu quote nan paling sering dikaitkan dengan sosok Baharuddin Lopa.

Bagi Lopa, independensi seorang penegak norma tidak hanya diuji ketika menangani perkara besar. Independensi juga dijaga dari hal-hal nan tampaknya sederhana, seperti bingkisan dari teman.

Prinsip nan sama dia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang pengusaha nan dikenalnya pernah menitipkan sampulsurat berisi USD10 ribu hanya untuk membantu kondisi ekonominya.

"Tak usahlah, kita berkawan saja, ini tidak perlu," jawab Lopa.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita
↑