Kisah Istri Jenderal Hoegeng Jualan Kembang untuk Menyambung Hidup

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Fahmi Firdaus , Jurnalis-Rabu, 04 Februari 2026 |05:00 WIB

Kisah Istri Jenderal Hoegeng Jualan Kembang untuk Menyambung Hidup

Kisah Istri Jenderal Hoegeng Jualan Kembang untuk Menyambung Hidup/ist

JAKARTA –  Istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani Hoegeng, meninggal bumi di usia 100 tahun, pada Selasa (3/2/2026). Meri mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Jenderal Hoegeng sendiri merupakan sosok nan sederhana. Bahkan, istrinya sempat berdagang kembang untuk menyambung hidup.

Dalam memoar Hoegeng, Polisi antara Idaman dan Kenyataan, karya Ramadhan KH diceritakan kejujuran mantan Kapolri 1968-1971 tersebut.

Hoegeng pernah merasakan bujukan suap. Dia pernah dirayu seorang pengusaha elok keturunan Makassar-Tionghoa nan terlibat kasus penyelundupan.

Kisah berikutnya, sebagai perwira, Hoegeng hidup pas-pasan. Untuk itulah istri Hoegeng, Merry Roeslani membuka toko bunga. Toko kembang itu cukup laku dan terus berkembang.

Namun sehari sebelum Hoegeng bakal dilantik menjadi Kepala Jawatan Imigrasi (kini kedudukan ini disebut dirjen imigrasi) tahun 1960, Hoegeng meminta Meri menutup toko kembang tersebut.

Tentu saja perihal ini menjadi pertanyaan istrinya. Apa hubungannya dilantik menjadi kepala jawatan imigrasi dengan menutup toko bunga.

“Nanti semua orang nan berurusan dengan imigrasi bakal memesan kembang pada toko kembang ibu, dan ini tidak setara untuk toko-toko kembang lainnya,” kata Hoegeng.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com