Amerika Serikat (AS) pernah mempunyai sosok kaisar. Namun, kaisar nan satu ini bukan kaisar sungguhan, tetapi gembel nan mendeklarasikan dirinya sebagai kaisar.
Dilansir Aljazeera, laki-laki tersebut berjulukan Joshua Norton. Pada pagi hari tanggal 17 September 1859, seorang laki-laki berbusana rapi masuk ke instansi surat kabar The San Francisco Evening Bulletin. Tanpa penjelasan apapun, dia kemudian menyerahkan sebuah arsip nan mau dia publikasikan. Karena penasaran, para penyunting surat berita tersebut memuat proklamasi dalam jenis sore.
"Atas permintaan dan kemauan kebanyakan besar penduduk Amerika Serikat, saya, Joshua Norton, sebelumnya dari Algoa Bay, Tanjung Harapan, dan sekarang selama 9 tahun 10 bulan terakhir tinggal di San Francisco, California, menyatakan dan memproklamirkan diri saya sebagai Kaisar Amerika Serikat."
Dokumen proklamasi tersebut kemudian meminta perwakilan dari seluruh negeri untuk berjumpa di Balai Musik San Francisco. Norton menjanjikan rapat pembentukan negara dan hukumnya. Dokumen itu ditandatangani oleh Norton sendiri nan menyatakan diri sebagai Kaisar Amerika Serikat.
Semenjak itu, entah gimana caranya, orang-orang di sekitarnya betul-betul mempercayainya sebagai Kaisar Amerika. Tak hanya itu, Joshua Norton juga dikenal lantaran memperjuangkan hak-hak imigran, perempuan, dan mereka nan mengalami diskriminasi atas agama.
Dia memimpin selama lebih dari 20 tahun di San Francisco. Dia biasanya mengenakan seragam biru nan rapi dengan epaulet kuningan lampau menjelajahi jalan-jalan San Francisco dengan melangkah kaki. Ia bergaya seperti kaisar betulan.
Sosoknya Ada di Uang Kertas
Banyak orang dan kawan nan menganggap Norton sebagai karakter nan simpatik. Beberapa bank apalagi menerbitkan duit kertas atas namanya. Di satu sisi, Norton hanyalah seorang eksentrik di lingkungan sekitar nan tidak mempunyai pengaruh nyata dalam politik.
Norton menjadi sosok nan menonjol dalam pemandangan San Francisco. Para personil Freemason era itu diam-diam bayar sewa rumahnya dan para pemilik toko menerima duit kertas nan diklaim Norton.
Tapi, meskipun Norton begitu dihargai, orang-orang sadar bahwa Norton hanya gembel nan mempunyai masalah psikologis.
Pernah Maju Sebagai Calon Kongres
Sebelum mendeklarasikan dirinya sebagai Kaisar, pada tahun 1858 Norton mengumumkan pencalonannya untuk Kongres sebagai kandidat independen. Tapi namanya tidak pernah masuk dalam surat suara.
Pada Oktober 1871, Norton memihak kaum minoritas. Ia menyatakan kemarahannya atas kerusuhan rasial di Los Angeles di mana 15 laki-laki Tionghoa dihakimi massa kulit putih.
Kaisar Palsu nan Dihormati
Kepemimpinan Kaisar Palsu ini pun berhujung pada 8 Januari 1880. Norton pingsan di perspektif Jalan California dan Dupont, kemudian dinyatakan meninggal pada usia 61 tahun.
Setelah kematiannya, menjadi jelas bahwa Norton hanyalah seorang gelandangan. Dia tinggal bilik kecilnya di rumah kos Eureka. Di sana ada beragam tongkat dan topi, beberapa koin dari Amerika dan luar negeri, dan setumpuk telegram palsu.
Dilaporkan bahwa 10.000 orang dari beragam lapisan masyarakat datang untuk memberi penghormatan. Mereka mau memandang jenazah Kaisar Palsu.
Jenazahnya diarak melalui jalan-jalan dalam peti meninggal kayu rosewood nan indah, sementara orang-orang dari semua kelas sosial merasa kehilangan. Meskipun hanya seorang Kaisar Palsu, Norton dianggap sebagai seorang eksentrik nan tetap sering dibahas dalam buku, film, dan podcast.
(rdp/dhn)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·