
Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen berbareng Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. (Foto: Instagram/kimastrup)
DUNIA bulu tangkis internasional mengenal Kim Astrup dan Anders Skaarup Rasmussen sebagai sosok nan penuh warna. Ganda putra papan atas asal Denmark ini kerap dijuluki Duo Tengil lantaran aksi-aksi provokatif dan selebrasi jenaka nan sering kali memancing emosi musuh di atas lapangan.
Namun, segala corak ketengilan itu seolah menguap tak berbekas setiap kali mereka berhadapan dengan pasangan legendaris Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.
Penghormatan luar biasa ini kembali memuncak saat Hendra Setiawan memutuskan untuk gantung raket usai gelaran Indonesia Masters 2025. Bagi Astrup dan Rasmussen, sosok nan berkawan disapa The Daddies tersebut bukan sekadar rival berat, melainkan pembimbing dan inspirasi terbesar dalam pekerjaan ahli mereka.
1. Hilangnya Selebrasi Ikonik
Sikap santun nan ditunjukkan Astrup/Rasmussen paling membekas saat keduanya berantem dengan Ahsan/Hendra di semifinal Arctic Open beberapa waktu lalu. Biasanya, pasangan ranking tiga bumi ini tidak segan melakukan dansa ikonik alias gestur provokatif nan sering membikin musuh merasa jengkel. Namun, saat berhadapan dengan The Daddies, pemandangan itu lenyap sepenuhnya.
Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen
Usai memastikan kemenangan dua gim langsung (21-19, 21-12), Astrup/Rasmussen justru memilih sikap elegan. Alih-alih berdansa, mereka hanya berpelukan singkat dan segera menghampiri net untuk bersalaman dengan penuh takzim kepada Ahsan dan Hendra.
Anders Rasmussen apalagi hanya terlihat memegang kepala dengan raut wajah lega, sebuah ekspresi syukur murni lantaran sukses melewati tantangan dari sang maestro tanpa perlu melakukan tindakan berlebihan nan bisa merusak suasana sportivitas.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·