
Pembalap Tim Pramac Yamaha, Toprak Razgatlioglu. (Foto: Instagram/toprak_tr54)
LANGKAH besar pembalap asal Turki, Toprak Razgatlioglu, untuk menyeberang ke arena MotoGP bersama tim Pramac Yamaha rupanya menyimpan tantangan mental nan tidak mudah. Toprak nan berstatus juara bumi World Superbike (WSBK) sekarang justru kesulitan beradaptasi di paruh musim MotoGP 2026.
Setelah mendulang kesuksesan besar dengan mengoleksi tiga gelar juara bumi di arena World Superbike, ekspektasi tinggi langsung disematkan kepada Toprak ketika memutuskan naik kelas ke MotoGP. Namun, Toprak lupa di MotoGP dia tetap berstatus rookie.
Terbukti di musim debutnya di tahun 2026 ini, perjalanan Toprak diwarnai dengan proses penyesuaian nan cukup terjal. Terutama lantaran karakter ban Michelin nan sangat berbeda dengan pengalaman balapnya terdahulu di WSBK.
Menghadapi situasi kompetitif nan sangat ketat, pembalap berjuluk El Turco itu tidak menutup-nutupi realita susah nan sedang dihadapinya setelah melewati paruh pertama musim balap tahun ini.
1. Perjuangan Mental
Hingga merampungkan 11 seri balapan, Toprak tetap tertahan di ranking ke-21 klasemen sementara pembalap MotoGP 2026 dengan mengoleksi 12 poin. Sejauh ini, hasil terbaik Toprak adalah finis di posisi ke-11 kala mentas di MotoGP Hungaria 2026.
Toprak Razgatlioglu (Foto: Pramac Racing Yamaha)
Dalam wawancara eksklusif berbareng laman resmi MotoGP, Toprak mengakui dirinya sudah menyadari sejak awal penandatanganan perjanjian bahwa musim pertamanya berbareng Yamaha tidak bakal melangkah instan.
Kendati demikian, sifat aslinya sebagai seorang pemenang kerap membuatnya merasa kesulitan untuk menerima hasil-hasil minor nan didapatkannya di atas lintasan sirkuit dunia.
“Saya adalah seorang pembalap nan terbiasa menang. Ketika saya menandatangani perjanjian MotoGP, saya tahu tahun pertama bagi saya tidak bakal mudah," ungkap Toprak, dikutip dari laman resmi MotoGP, Kamis (6/8/2026).
59 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·