Kisah Cinta Presiden Jerman yang Berkunjung ke RI: Donorkan Ginjal demi Istri

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier (kiri) dan istri disambut Menkes Budi Gunadi Sadikin setibanya di Indonesia, Jakarta, (15/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier berjamu ke Indonesia didampingi istrinya, Elke Büdenbender, untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Membawa delegasi bisnis, Steinmeier diterima langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara sebagai tamu negara, Senin (15/6).

Di kembali aktivitas diplomasi nan padat, kehadiran Steinmeier dan istrinya membawa kembali ingatan publik pada kisah romansa pasangan ini nan luar biasa.

Presiden Prabowo Subianto bersalaman dengan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier saat kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTO

Jauh sebelum menjadi orang nomor satu di Jerman sejak 2017, Steinmeier adalah seorang suami nan pernah mempertaruhkan pekerjaan politik dan nyawanya sendiri demi mendonorkan sebelah ginjal agar sang istri bisa memperkuat hidup.

Kisah heroik ini bermulai belasan tahun lalu. Saat itu, Steinmeier sedang berada di puncak pekerjaan politiknya sebagai pemimpin oposisi Jerman dan mantan menteri luar negeri.

Hingga pada 23 Agustus 2010, tiba-tiba dia menggelar bertemu pers di Berlin untuk mengumumkan bahwa dia bakal pamit sejenak dari panggung politik.

Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier dan istri berbareng Menkes Budi Gunadi Sadikin setibanya di Indonesia, Jakarta, (15/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Alasan di baliknya membikin ruang pers terhenyak: dia kudu bersiap masuk ruang operasi untuk mendonorkan sebelah ginjalnya kepada Elke Büdenbender, wanita nan telah lama mendampinginya. Saat itu, Elke nan berprofesi sebagai pengadil mengalami kandas ginjal kritis di usia 48 tahun.

"Dalam beberapa minggu terakhir, ketika kondisinya menjadi kritis, kami mulai mencari terapi pengobatan lain namun rupanya tidak ada," ujar Steinmeier saat itu, dikutip dari Guardian.

Dokter kemudian menyarankan opsi transplantasi.

Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier menuruni anak tangga setibanya di Indonesia, Jakarta, (15/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Masalahnya, daftar tunggu penerima donor ginjal di Jerman sangat panjang, rata-rata mencapai enam tahun. Khawatir nyawa istrinya tak tertolong, Steinmeier—yang saat itu menjabat ketua fraksi Partai Demokrat Sosial di parlemen—meminta master memeriksa dirinya. Hasilnya, rupanya dia cocok jadi donor. Tanpa ragu, Steinmeier nan saat itu berumur 54 tahun langsung menyetujui prosedur operasi.

"Saya nan bakal menjadi donor organnya," kata Steinmeier di depan wartawan.

“Saya percaya Anda sekalian bakal memahami bahwa lantaran argumen inilah saya tidak bakal aktif di panggung politik selama beberapa minggu ke depan," sambungnya.

Para wartawan nan datang dalam bertemu pers itu dilaporkan tampak terharu mendengar pengumuman sang politisi.

Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier dan istri disambut oleh Menkes Budi Gunadi Sadikin setibanya di Indonesia, Jakarta, (15/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Operasi transplantasi ginjal kemudian dilakukan besok harinya pada 24 Agustus 2010 dan berjalan sukses. Dengan demikian, Steinmeier dan istrinya masing-masing mempunyai satu ginjal.

Setelah masa pemulihan, Steinmeier kembali ke parlemen pada Oktober 2010. Pengorbanan besar itu berbuah manis: kesehatan Elke pulih, hubungan mereka makin erat, hingga akhirnya Steinmeier terpilih menjadi Presiden Jerman pada 2017.

Menariknya, keputusan Steinmeier mendonorkan sebelah ginjalnya untuk sang istri sempat memicu perdebatan nasional di Jerman dan sukses mendorong reformasi kebijakan donor organ. Kesadaran masyarakat di sana meningkat drastis.

Presiden Prabowo Subianto melangkah berbareng Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier saat upacara penyambutan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Cinta Steinmeier tak berakhir di ruang operasi tahun 2010 silam. Saat pandemi Covid-19 merebak pada awal 2020 lalu, sang Presiden rela mengungsi dan tidur terisolasi di sebuah bilik loteng.

Ia sadar, istrinya nan hidup dengan satu ginjal donor sangat rentan terhadap virus, dan dia tak mau membawa akibat apa pun ke rumah.

Kisah pasangan nan dikaruniai seorang putri ini sering mengemuka kembali sebagai simbol "cinta sejati": tak sekadar kata-kata, tapi tindakan nyata nan mempertaruhkan jiwa.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan