loading...
Proyek usil mahasiswa Finlandia ini sekarang jadi tulang punggung internet dan nyaris 4 miliar ponsel Android. Foto: ist
JAKARTA - Linus Torvalds baru 21 tahun ketika dia menulis pesan singkat di forum Usenet comp.os.minix. Tanggalnya: 25 Agustus 1991. Isinya sederhana: dia sedang membikin sistem operasi cuma-cuma untuk komputer 386 dan 486.
Sekadar hobi, katanya sendiri. Proyeknya, tulisnya, "tidak bakal sebesar dan seprofesional GNU." Ia salah besar. Kemarin genap 35 tahun sejak pesan usil itu diunggah. Dunia komputasi tidak pernah sama lagi.
Sistem operasi rintisannya itu nyaris berjulukan Freax: campuran dari "free", "freak", dan huruf "x" ala Unix.
Untung saja Ari Lemmke, rekan nan mengelola server FTP FUNET tempat kode itu diunggah, tidak suka nama tersebut. Ia tukar nama berkas itu jadi "Linux" begitu saja. Nama itu nan memperkuat sampai sekarang.
Rilis publik pertama, jenis 0.01, baru muncul 17 September 1991. Tidak ada pengumuman resmi waktu itu. Tanggalnya baru diketahui belakangan, dari jejak waktu file di dalam arsip tar nan tetap tersimpan sampai kini.
Uniknya, komputer pertama nan betul-betul menjalankan Linux bukan milik Torvalds sendiri, melainkan milik sahabatnya, Lars Wirzenius. Komputer Torvalds sendiri sudah dipenuhi Minix, sistem tempat Linux dikembangkan.
19 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·