Kinerja ASN RI Bakal Mulai Dinilai Pakai AI

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) sekarang memanfaatkan kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) untuk mengevaluasi akuntabilitas keahlian lembaga pemerintah.

Kementerian PANRB menyebut pemanfaatan AI ini sebagai bagian dari langkah mengakselerasi transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan, serta untuk mendorong birokrasi nan lebih adaptif, responsif, dan berbasis data.

Implementasi AI dalam pertimbangan keahlian ini mulai dilakukan dengan Sosialisasi Survei Kesiapan Pelaksanaan Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) berbasis AI nan diselenggarakan Kementerian PANRB secara daring, Rabu (29/4/2026).

"Penerapan pertimbangan SAKIP berbasis AI merupakan bagian dari komitmen Kementerian PANRB dalam menghadirkan birokrasi nan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Ini bukan sekadar perubahan sistem, tetapi juga transformasi langkah kerja agar lebih efektif, efisien, dan akuntabel," ujar Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan I Kementerian PANRB Akhmad Hasmy dalam pembukaan sosialisasi, dikutip Kamis (30/4/2026).

Ia menegaskan pemanfaatan teknologi merupakan keniscayaan dalam mendorong reformasi birokrasi nan berkelanjutan.

Sementara itu, survei kesiapan ini menjadi instrumen untuk memetakan kondisi awal lembaga pemerintah. Pemetaan dilakukan terhadap kesiapan sumber daya manusia, support prasarana digital, serta pemahaman terhadap sistem pertimbangan berbasis AI.

"Hasil survei ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam merumuskan langkah penguatan nan lebih terarah dan berkelanjutan, sehingga penerapan pertimbangan SAKIP berbasis AI dapat melangkah optimal," tegas Hasmy.

Menurutnya, keberhasilan penerapan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknologi, tetapi juga kesiapan organisasi dan budaya kerja. Transformasi digital menuntut perubahan pola pikir dan langkah kerja aparatur nan selaras dengan prinsip keahlian dan akuntabilitas.

Ke depan, penerapan AI dalam pertimbangan SAKIP diharapkan bisa meningkatkan kualitas penilaian keahlian nan lebih objektif, cepat, dan berbasis data. Selain itu, pendekatan ini juga diharapkan dapat memperkuat transparansi serta meminimalkan subjektivitas dalam proses evaluasi.

"Penerapan pertimbangan berbasis AI ini menjadi bagian krusial dalam mendorong terwujudnya birokrasi nan modern, adaptif, dan berkekuatan saing. Melalui transformasi nan berkelanjutan, Kementerian PANRB optimistis kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik bakal semakin meningkat," pungkas Hasmy

(arj/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News