Kim Jong Un Ngamuk! Korea Utara Tiba-Tiba Murka ke Jepang

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Korea Utara (Korut) mengecam keras kitab putih pertahanan Jepang 2026. Pyongyang menuding arsip tersebut sebagai "rencana invasi ulang" untuk melegalkan penguatan militer Tokyo.

Dalam komentar nan dimuat instansi buletin pemerintah Korea Utara, KCNA, seorang analis Pyongyang menyebut kitab putih itu menggambarkan Korea Utara secara "tidak berdasar" sebagai tantangan strategis terbesar bagi Jepang. Menurutnya, narasi tersebut sengaja digunakan untuk membenarkan langkah Tokyo dalam memperkuat keahlian persenjataannya.

Komentar berjudul "Buku putih pertahanan Jepang mencerminkan niat invasi ulang demi melegalkan pengoperasian mesin perang" itu menilai kebijakan pertahanan Jepang semakin menunjukkan ambisi militer nan berbahaya.

"Buku putih pertahanan Jepang tahun 2026 adalah arsip rencana invasi ulang," kata analis Korea Utara tersebut, seperti dikutip KCNA, Selasa (11/8/2026).

Pyongyang dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan kecamannya terhadap kebijakan pertahanan Tokyo. Korea Utara tercatat telah mengeluarkan sedikitnya tujuh pernyataan mengenai kebijakan militer Jepang sejak Juli.

Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sekaligus salah satu pejabat paling berpengaruh di Pyongyang, pekan lampau juga memperingatkan bahwa negaranya dapat mengambil "opsi militer tambahan" sebagai respons terhadap perubahan Jepang menjadi kekuatan militer.

Pernyataan tersebut muncul setelah Jepang melakukan uji coba penembakan rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat (AS). Tokyo diketahui tengah memperkuat keahlian pertahanannya di tengah meningkatnya ancaman keamanan di area Asia Timur.

Sehari setelah peringatan Kim Yo Jong, Korea Utara kembali melakukan uji coba rudal balistik jarak pendek ke arah perairan di antara kedua negara. Sejumlah analis menilai peluncuran tersebut kemungkinan dimaksudkan sebagai sinyal peringatan langsung kepada Jepang.

Ketegangan ini menambah kekhawatiran mengenai perlombaan penguatan militer di Asia Timur. Pyongyang memandang langkah Jepang sebagai ancaman nan semakin serius, sementara Tokyo terus memperkuat keahlian pertahanannya dengan argumen menghadapi lingkungan keamanan nan semakin kompleks.

(tfa/tfa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News