Ilustrasi(Dok Ist)
USAI meresmikan penerimaan gas Jangkrik North East #6 (JNE#6) dan akomodasi produksi Lapangan Maha-South Hub di tengah laut lepas pantai Kalimantan Timur, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi (Menko Hiltrans) / Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melanjutkan perjalanan ke darat. Tujuannya Kilang Balikpapan, tempat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) nan disiapkan untuk mengurangi impor BBM memasuki tahap akhir. Dari sana, Kamis (22/10), dia juga memeriksa urusan nan paling dekat dengan masyarakat: kesiapan BBM.
"Untuk RDMP keseluruhan sudah 99%, sudah selesai. Cuman apa ya, perintil-perintilnya lah, biasalah peralatan baru kan. Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insyaallah kita bakal selesaikan," tutur Bahlil.
Pekerjaan nan tersisa, jelas Bahlil, berupa penyesuaian teknis dan commissioning peralatan baru agar kilang siap beraksi optimal.
Sambil menunggu kilang beraksi penuh, pemerintah memastikan pasokan BBM tetap terjaga. Bahlil menegaskan stok BBM nasional kondusif dan memenuhi standar minimum. Pertalite cukup untuk 16 hingga 18 hari, sedangkan BBM nonsubsidi RON 92, 95, dan 98 di atas 20 hari. Solar pun tidak menemui hambatan lantaran kebutuhan nasional sudah terpenuhi tanpa impor. Di Kalimantan, kesiapan BBM relatif setara dengan rata-rata nasional.
Selain memastikan kesiapan BBM Bahlil juga meminta Pertamina mengoptimalkan distribusi, agar BBM subsidi sampai kepada masyarakat nan berhak. Pengawasan penyaluran juga ditingkatkan berbareng bersama pemerintah wilayah dan abdi negara penegak norma (TNI/Polri), terutam untuk menindak tegas pelaku penimbunan.
Tantangan pengedaran tetap muncul di lapangan. Bahlil mengungkapkan, kejadian El Niño memicu pendangkalan Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sehingga jalur pengiriman BBM sempat terganggu. Pertamina mengatasinya dengan memanfaatkan kapal sebagai penampungan terapung (floating storage), lampau menyalurkan BBM ke wilayah tujuan lewat jalur darat.
Untuk jangka panjang, angan besar ada pada RDMP Balikpapan. Proyek Strategis Nasional ini berbobot investasi 7,4 miliar dolar AS alias sekitar Rp126 triliun, salah satu investasi BUMN terbesar di satu lokasi.
Setelah beraksi penuh, kilang ini diharapkan memenuhi 22 hingga 25 persen kebutuhan BBM nasional. Dengan begitu, pasokan bagi masyarakat makin kuat dan ketergantungan pada impor BBM bisa terus dikurangi, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·