Kiamat Sudah Dekat? AS Mau Sebar Bom Nuklir Depan Rusia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk memperluas pengaturan penempatan senjata nuklir miliknya dengan mencakup lebih banyak negara personil NATO di Eropa, di mana langkah strategis ini berpotensi besar mendongkrak keahlian emiten-emiten pertahanan global.

Dilansir CNBC International, pembahasan mengenai ekspansi nuklir ini dikabarkan bakal melibatkan negara-negara personil NATO nan berada di sisi timur Eropa. Tiga orang sumber nan telah menerima pengarahan mengenai obrolan nan sangat rahasia tersebut mengungkapkan bahwa negara-negara di sayap timur, seperti Polandia dan beberapa negara Baltik, kemungkinan besar tertarik untuk menampung pesawat pengebom berkekuatan nuklir tersebut, terlebih setelah Presiden Donald Trump pada bulan lampau berjanji bakal mengirimkan ribuan tentara baru ke sana.

Potensi ekspansi penempatan senjata pemusnah massal ini mencuat di saat Gedung Putih berencana untuk mengurangi support militer konvensionalnya kepada aliansi tersebut. Di sisi lain, Eropa juga tengah berupaya keras mengurangi ketergantungannya pada Washington dengan langkah mendongkrak pengeluaran pertahanan mereka di tengah kekhawatiran atas komitmen Amerika Serikat terhadap pakta keamanan berbareng ini.

Saat ini terdapat enam negara personil NATO, ialah Inggris, Jerman, Italia, Belanda, Belgia, dan Turki, nan menjadi bagian dari pengaturan berbagi senjata nuklir aliansi tersebut, di mana mereka telah disetujui untuk menampung pesawat berkekuatan dobel milik Amerika Serikat nan bisa menyebarkan rudal nuklir. Namun, golongan ini sekarang berpotensi diperluas ke negara-negara tambahan di Eropa seiring dengan area tersebut nan terus menggenjot anggaran militer mereka.

Merespons berita sensitif tersebut, otoritas aliansi menyatakan bahwa pihaknya selalu memantau situasi keamanan dunia dari waktu ke waktu. Seorang pejabat NATO menegaskan langkah penyesuaian nan dilakukan oleh organisasi tersebut.

"NATO terus memantau lingkungan keamanan dan beradaptasi sesuai kebutuhan," ujar pejabat tersebut pada Selasa, (2/6/2026) waktu setempat.

Pejabat itu juga menambahkan bahwa pertimbangan ini bukan merupakan respons mendadak atas kebijakan terbaru dari Amerika Serikat.

"Upaya untuk menilai dan berpotensi mengadaptasi postur pencegahan nuklir NATO telah berjalan selama beberapa tahun dan tidak mengenai dengan keputusan apapun nan diambil oleh Amerika Serikat untuk menyesuaikan postur konvensionalnya di Eropa," tambah pejabat itu.

Di sisi lain, wacana geopolitik ini diproyeksi menjadi angin segar bagi industri militer Barat. Kepala Pasar di AJ Bell, Dan Coatsworth, menilai bahwa pengerahan nuklir nan lebih besar di Eropa bakal memerlukan lebih banyak pesawat berkekuatan dobel seperti jet tempur F-35, nan bisa membawa senjata nuklir maupun konvensional.

Coatsworth menjelaskan bahwa Inggris merupakan pemain utama dalam rantai pasok dunia untuk jet-jet tempur ini, nan melibatkan nama-nama besar seperti BAE Systems, Cobham, Qinetiq, dan Rolls-Royce. Selain di Inggris, korporasi raksasa lain nan terlibat dalam manufaktur jet F-35 mencakup Lockheed Martin, Northrop Grumman, dan RTX.

Melalui sebuah pesan elektronik, Coatsworth menjabarkan sungguh besarnya potensi untung komersial dari proyek persenjataan masif ini.

"Pesawat-pesawat ini menyantap biaya nan sangat signifikan hanya untuk bisa mengudara, dan jauh lebih besar lagi ketika Anda memperhitungkan pemeliharaan nan sedang berlangsung. Oleh lantaran itu, peningkatan pengerahan senjata nuklir di Eropa dapat menciptakan kesempatan pendapatan nan besar bagi banyak perusahaan dan menghasilkan banyak lapangan kerja baru," kata Coatsworth.

Ketegangan geopolitik di area ini memang kian memanas dalam beberapa waktu terakhir. Kepala NATO, Mark Rutte, pada pekan lampau telah berjanji untuk memperkuat kesiapan aliansi guna menangkal dan mempertahankan diri dari ancaman apa pun setelah pesawat tanpa awak milik Rusia menghantam sebuah blok apartemen di Rumania, nan merupakan personil NATO dan Uni Eropa.

Melalui sebuah unggahan di media sosial X, Rutte menegaskan posisi tegas aliansi dalam menjaga kedaulatan wilayahnya.

"NATO siap mempertahankan setiap jengkal wilayah Sekutu," tulis Rutte sembari menyebut perilaku Rusia sangat sembrono dan menjadi ancaman bagi semua pihak.

(tps/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News