loading...
Bermain game di perangkat komputer (PC) sekarang bukan lagi sekadar kegemaran kelas dua, melainkan raksasa industri baru nan diproyeksikan segera menenggelamkan hegemoni pendapatan mesin konsol pada 2028. Foto: ist
JAKARTA - Bertahun-tahun lamanya, konsol game seperti PlayStation dan Xbox dianggap sebagai raja tak tertandingi di ruang keluarga. Namun, tren pasar 2026 menunjukkan anomali: kejayaan mesin konsol tengah dihitung mundur. Komputer pribadi (PC) siap merebut takhta pendapatan tertinggi pada 2028.
Landasannya adalah laporan terbaru firma info Newzoo. Pendapatan PC diproyeksikan tumbuh konsisten sebesar 6,6 persen setiap tahunnya (CAGR) sejak 2025 hingga 2028.
Angka ini jauh meninggalkan pertumbuhan konsol nan terseok-seok di nomor 4,4 persen. Secara keseluruhan, campuran pasar game PC dan konsol berbobot fantastis, diprediksi menyentuh Rp1.762,9 triliun (USD103,7 miliar) pada 2028.
Berdasarkan data, kebangkitan ini adalah ekspansi nyata pertama sejak kelesuan pasca-pandemi berlalu.
Pada 2025, campuran pendapatan kedua sektor ini telah naik 7 persen menjadi Rp1.501,1 triliun (USD88,3 miliar), dan diestimasikan melesat ke Rp1.603,1 triliun (USD94,3 miliar) pada akhir 2026.
Ben Porter, Director of Consulting Newzoo, saat berbincang di aktivitas GDC Festival of Gaming, membedah logika sederhana di kembali kejadian ini.
"PC tidak tumbuh dengan langkah nan sama seperti konsol, lantaran konsol mempunyai siklus. Anda mempunyai generasi konsol, lampau ada pembaruan, dan barulah Anda memandang perubahan perilaku shopping orang-orang," jelas Porter. Dengan kata lain, PC terus berevolusi setiap hari tanpa kudu menunggu peluncuran "generasi baru" setiap tujuh tahun sekali.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·