Makkah, CNN Indonesia --
Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M secara umum melangkah baik. Menurutnya, capaian tersebut patut diapresiasi mengingat tahun ini merupakan penyelenggaraan haji perdana di bawah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).
Namun, setelah fase puncak haji berakhir, muncul perdebatan mengenai peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), khususnya dalam penyelenggaraan jasa jamaah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Cucun menegaskan polemik mengenai KBIHU tidak perlu menjadi perdebatan berkepanjangan, mengingat saat ini penyelenggaraan haji tetap berada dalam masa transisi dari Kementerian Agama ke Kementerian Haji dan Umrah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita memahami bahwa ini kan masa transisi; kementerian baru nan baru dibentuk, punya spirit gimana melayani haji dan menata haji ini secara tertib. Cuma disayangkan jika terjadi, misalkan sekarang, menganggap ada peran golongan masyarakat nan sudah berjasa untuk negara dari sejak dulu," kata Cucun di Makkah, Arab Saudi, Minggu (31/5).
Menurut dia, KBIHU selama ini mempunyai kontribusi besar dalam memberikan edukasi dan pembinaan kepada calon jamaah haji, apalagi sejak beberapa tahun sebelum keberangkatan.
"Mereka memberikan satu pengetahuan pengetahuan, edukasi kepada para calon jemaah haji dari sejak sebelum berangkat. Bisa jadi bukan hanya H-1 tahun, ada nan mau berangkat 3 tahun ke depan, mereka sudah belajar manasik haji di para guru-gurunya di golongan pengarahan ibadah haji," ujarnya.
KBIHU Dinilai Punya Peran Penting
Wakil Ketua DPR RI itu menuturkan KBIHU merupakan bagian dari peran masyarakat nan tumbuh dan berkembang dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.
Menurutnya, ibadah haji tidak hanya memerlukan kesiapan fisik, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai tata cara, aturan, serta penyelenggaraan ibadah nan sesuai syariat.
"Karena betul haji ini jika dikatakan adalah ibadah fisik, tetapi nilai daripada ibadah haji ini secara proses, tata aturan, ketertiban, kemudian keabsahan, itu perlu pengetahuan nan mendalam. Kehadiran golongan pengarahan ibadah haji ini sangat besar manfaatnya untuk negara," ucap Cucun.
Ia mengingatkan penyelenggaraan haji Indonesia melibatkan lebih dari 200 ribu jamaah setiap tahun sehingga memerlukan support banyak pihak.
"Bayangkan saja, untuk mengurus orang sebanyak 210 ribu. Sekarang kementerian mempunyai sistem mengangkat pembimbing ibadah di setiap kloter, apalagi ada musyrif awal sebagai pengambil keputusan," katanya.
Meski demikian, Cucun menilai kehadiran pembimbing ibadah nan ditunjuk pemerintah tidak semestinya membikin KBIHU diposisikan sebagai pihak nan berseberangan dengan pemerintah.
"Di sini krusial untuk tidak mengganggu gimana peran-peran kementerian menata semua tata patokan dan tahapan-tahapan dengan tidak menganggap KBIHU sebagai kompetitor," tegasnya.
[Gambas:Video CNN]
Jangan Jadi Kambing Hitam
Cucun mengaku keberatan andaikan KBIHU dijadikan pihak nan disalahkan atas beragam persoalan nan muncul selama penyelenggaraan haji tahun ini.
"Saya terus terang saja dalam perihal ini merasa keberatan jika misalkan sekarang golongan pengarahan ibadah haji ini menjadi kambing hitam mengenai problematika jemaah," kata Cucun.
Ia mencontohkan sejumlah rumor nan belakangan muncul, seperti persoalan jamaah lansia di Masjidil Haram, dugaan pungutan tertentu, hingga polemik dam dan badal haji.
"Jangan sampai semua dibebankan alias ditumpahkan kepada golongan pengarahan ibadah haji. Mengenai dam, kemudian mengenai badal, semua didiskreditkan kepada golongan pengarahan ibadah haji," ujarnya.
Cucun tetap memberikan apresiasi kepada Kementerian Haji dan Umrah atas penyelenggaraan haji tahun ini nan dinilai melangkah baik berkah support seluruh pemangku kepentingan.
"Saya juga memberikan apresiasi kepada seluruh sahabat-sahabat nan terhormat, para Tim Pengawas dari DPR RI. Semua bisa memitigasi dan mengantisipasi apa nan bakal terjadi dari tahun ke tahun. Dan alhamdulillah koordinasi, komunikasi, dan seluruh proses pengawasan serta pertimbangan ini dijalankan dengan baik oleh Kementerian Haji," kata Cucun.
(agt)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·