Berita daerah, CNN Indonesia --
Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim) Musyafak Rouf membantah namanya terlibat dalam pusaran kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Belakangan, nama Musyafak santer disebut dalam beragam unggahan di media sosial, masuk dalam daftar lebih dari 20 nama nan diduga dilaporkan eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya kepada interogator Kejaksaan Agung (Kejagung).
Sony diketahui resmi mengusulkan diri sebagai Justice Collaborator (JC) dalam kasus tersebut pada Senin (8/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tersangka disebut telah menyetorkan 20-an nama pihak nan diduga terlibat dalam sengkarut korupsi MBG, meski rinciannya belum dirilis resmi ke publik.
Merespons rumor nan beredar tersebut, Musyafak menantang siapa pun nan mengaitkan namanya untuk membuktikan tudingan itu, termasuk soal kepemilikan unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Mana ada, cari aja. Satu aja jika ada [memiliki SPPG], saya kasih hadiah," tegas Musyafak kepada awak media di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (11/6).
Politikus PKB itu menegaskan info nan beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia memastikan tidak mempunyai upaya maupun urusan apa pun nan berangkaian dengan manajemen dapur MBG.
"Hoaks itu. Saya enggak ada sama sekali kok punya [dapur] MBG," kata Musyafak.
"Sudah kaya raya ini saya ini jika punya [dapur MBG/SPPG]. Kalau ada [yang sukses buktikan], saya kasih bingkisan itu," sesumbarnya.
Lebih lanjut, Musyafak menegaskan DPRD Jatim secara kelembagaan tidak mempunyai hubungan maupun sangkut paut dengan BGN.
Ia menyebut seluruh kebijakan dan izin program MBG sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
"Kalau masalah MBG itu kan enggak tahu sama sekali, sehingga tidak mau komentar. Kan itu kewenangan di pusat, tata kelola dan mekanismenya seperti apa. Kami tidak pernah dilibatkan dan juga tidak pernah diajak rembukan mengenai dengan MBG itu," katanya.
Mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaung disebut telah menyetorkan 26 nama nan diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG.
Pengacara Sony, Krisna Murti menyebut puluhan nama-nama besar itu telah tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh interogator Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.
"Sudah kita sampaikan ke penyidik, sudah ada di BAP," ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/6).
Tapi, Krisna belum membeberkan lebih jauh ihwal siapa saja sosok nan diduga ikut terlibat dalam kasus korupsi MBG itu. Ia hanya mengatakan mereka-mereka nan terlibat berasal dari beragam lembaga di tingkat eksekutif, yudikatif maupun legislatif.
Krisna juga menyebut jumlah nan disampaikan Sony kepada interogator juga baru sebagian. Kata dia, tidak menutup kemungkinan daftar nama itu tetap bakal bertambah pada pemeriksaan lanjutan.
"Pokoknya dari eksekutif, legislatif dan yudikatif. (Paling banyak) legislatif. (Total jumlah nama) 26, kemungkinan bertambah, itu baru sebagian aja," tuturnya. (frd)
(frd/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·