Ketua DPRD Jateng Bantah Terlibat Korupsi MBG: Saya Tak Kenal Sony Sanjaya

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Semarang -

Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng), Sumanto, merespons soal namanya tercantum dalam unggahan viral berisi daftar orang nan dituding terlibat korupsi pengelolaan Makan Bergizi Gratis (MBG). Sumanto mengaku tak mengenal eks Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya nan sekarang menjadi tersangka.

Untuk diketahui, berita tersebut viral di medsos usai diunggah akun Thread @suzan18076. Akun itu mengungkap nama-nama orang nan diduga terlibat korupsi MBG.

Unggahan tersebut menyebut sejumlah nama politisi dan pejabat. Di dalam daftar itu, tertulis nama Ketua DPRD Jawa tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dimintai konfirmasi, Sumanto membantah berita tersebut. Ia mengaku tak mempunyai keterkaitan dengan Sony Sonjaya nan sekarang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi MBG.

"Informasi nan beredar itu sama sekali tidak benar. Soal MBG kan sepenuhnya kewenangan pusat. Saya juga tidak kenal dengan Pak Sony Sanjaya," kata Sumanto dalam keterangan tertulisnya, dilansir detikJateng, Kamis (11/6/2026).

Ia membantah termasuk dalam jejeran politisi dan pejabat nan dituding terlibat dalam penentuan titik SPPG di sejumlah daerah.

"Pelaksanaan program MBG merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui lembaga nan ditunjuk. Karena itu, tudingan itu tidak mempunyai dasar," jelasnya.

Sumanto mengaku terkejut ketika kedudukan Ketua DPRD Jateng ikut dikaitkan dengan kasus nan sekarang jadi perhatian publik tersebut. Ia menilai, penyebutan jabatannya dalam beragam unggahan media sosial maupun pesan berantai tidak berdasar pada kebenaran nan dapat dipertanggungjawabkan.

"Hingga saat ini tidak pernah berkomunikasi maupun mempunyai hubungan kerja dengan Sony Sonjaya," ucapnya.

Sumanto lantas menilai tuduhan nan diarahkan kepadanya hanya sebatas spekulasi nan berkembang tanpa disertai bukti nan jelas. Ia juga meminta masyarakat tidak mudah mempercayai info nan belum terverifikasi kebenarannya.

"Terutama nan beredar melalui media sosial dan aplikasi percakapan," ucapnya.

Menurutnya, penyebaran info nan tidak jeli berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak-pihak nan namanya dicatut tanpa dasar.

"Saya tegaskan sekali lagi, saya tidak terlibat dan tidak mengenal nan bersangkutan. Tidak pernah berasosiasi alias terlibat dalam urusan dengan kasus tersebut," ujarnya.

Baca selengkapnya di sini

(idh/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News