Jakarta -
Ketua DPRD Bone, Sulawesi Selatan, Andi Tenri Walinonong, diperiksa polisi selama 2 jam mengenai dugaan penganiayaan terhadap staf PPPK Paruh Waktu, Yuli Nofita Sari (29). Andi Tenri dicecar 20 pertanyaan.
"Kurang lebih ada 20 pertanyaan nan kami tanyakan kepada Ibu Ketua," ujar Kasat Reskrim Polres Bone AKP Ananda Gunawan seperti dilansir detikSulsel, Selasa (8/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ananda tidak menjelaskan lebih jauh soal materi pemeriksaan terhadap Andi Tenri. Namun dia menyebut pemeriksaan sekaitan dengan dugaan pelemparan terhadap korban.
"Saya belum mengetahui materi pemeriksaan penyidik, karena saat itu saya tidak berada di lokasi. Namun sekaitan dengan dugaan pelemparan terhadap korban," bebernya.
Setelah pemeriksaan nan berjalan selama kurang lebih 2 jam itu, Andi Tenri langsung meninggalkan Polres Bone. Selanjutnya Andi Tenri disebut menuju ke Makassar.
Andi Tenri mendatangi Polres Bone pada Senin (7/9). Dia mengaku hendak ke Makassar sehingga meminta pemeriksaan nan diagendakan pada Selasa (8/9) dilakukan lebih awal.
"Kemarin lenyap Magrib beliau (Andi Tenri) datang ke Polres lantaran menyampaikan besok hari Selasa tidak bisa dilakukan pemeriksaan lantaran ada aktivitas di Makassar," ujar Ananda.
Diketahui, Andi Tenri dilaporkan ke polisi usai diduga menganiaya stafnya di kantin DPRD Bone pada Rabu (22/7). Andi Tenri diduga melumuri kue dan dan menyiram air ke wajah stafnya di depan umum.
Yuli sebagai pelapor pun mengusulkan 11 saksi ke Polres Bone agar bisa memberikan keterangan. Para saksi merupakan pejabat hingga staf nan menyaksikan kejadian itu di lokasi.
"Saksi dari pelapor sudah diajukan oleh pelapor, tapi gak ada nan mau datang. Tapi, insyaallah kami jadwalkan minggu depan," kata Kasat Reskrim Polres Bone saat itu AKP Alvin Aji Kurniawan kepada detikSulsel, Senin (27/7).
Baca selengkapnya di sini.
Simak juga Video 'Hailey Bieber's Concealer Hack nan Bikin Wajah Auto Lifted':
(lir/idh)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·