Ketua DPD Puji Diplomasi Prabowo di Eastern Economic Forum Rusia

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin mengapresiasi pidato dan capaian diplomasi President Prabowo Subianto pada aktivitas Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. Menurutnya, pidato Presiden tidak hanya menyiratkan konsistensi sikap diplomatik Indonesia terhadap semua negara terutama Russia, tapi juga memperkuat kerja sama ekonomi dan upaya antara Indonesia dengan Rusia dengan skema Perdagangan bebas alias Free Trade Agreement (FTA).

"Bagi Indonesia, Rusia adalah merupakan salah satu kekuatan bumi nan sangat dihormati lantaran ketulusan para pemimpinnya dalam menjalin persahabatan. Sejak awal, bangsa Indonesia selalu meletakkan kepercayaan pada niat baik Rusia dalam membantu Indonesia," ujar Sultan dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Sultan menjelaskan Rusia adalah negara nan mapan dalam rekayasa teknologi. Hal ini krusial dalam mendukung program hilirisasi sumber daya alam (SDA) di daerah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita mengapresiasi Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada Rusia dalam membantu Indonesia menyelesaikan beberapa agenda krusial seperti pengembangan teknologi pupuk, Energy Nuklir dan eksplorasi blok migas di Indonesia," tegasnya.

Lebih lanjut, Sultan menilai capaian hasil kerja sama ekonomi dan upaya Rusia-Indonesia bakal meningkatkan kualitas Pengelolaan SDA di daerah.

"Melalui pendekatan Perdagangan bebas, Insha Allah Ke depan bakal banyak sekali Pengusaha Rusia nan bersedia melakukan investasi di Indonesia. Dengan demikian dapat secara langsung memberikan akibat perekonomian dan penyerapan tenaga kerja di Daerah-daerah terkait," paparnya.

Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada aktivitas Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, kemarin. Ada beberapa perihal nan ditekankan kepala negara dalam pidato tersebut, seperti penguatan kerja sama, investasi, hingga posisi Indonesia di tengah fragmentasi geopolitik nan terjadi.

Prabowo juga menjabarkan nilai perdagangan bilateral Indonesia-Rusia mendekati US$5 miliar, naik 21,7% dibandingkan tahun sebelumnya, dan naik 33,7% dibandingkan 2023. Ia juga membujuk agar Rusia serta personil EAEU menargetkan peningkatan nilai perdagangan nan terlibat melalui perjanjian perdagangan bebas (FTA).

"Di forum ini, saya mengusulkan agar Indonesia dan Rusia menetapkan tantangan nan jelas bagi diri kita sendiri. melipatgandakan perdagangan kita dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-Eurasian Economic Union (FTA)," ucap Prabowo

(akn/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News