Sejumlah mahasiswa nan diajak Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan wilayah Papua mengaku antusias dan bangga mendapat kesempatan memandang langsung penerapan program-program pemerintah di lapangan, khususnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Para mahasiswa dari beragam perguruan tinggi itu menilai pengalaman mendampingi Gibran menjadi kesempatan berbobot untuk memahami kondisi masyarakat secara langsung sekaligus mengawal penyelenggaraan program prioritas pemerintah.
Universitas Indonesia
Mahasiswa Program Studi Ilmu Sejarah Universitas Indonesia, Daffa Ulhaq mengaku mendapat undangan dari Sekretariat Negara untuk mengikuti kunjungan kerja tersebut. Ia berambisi dapat memandang secara langsung penerapan beragam program pemerintah di lapangan.
“Sebenernya jika dari saya sendiri diundang juga sama salah satu dari sekretariat negara untuk bisa mengikuti kegiatan. Cuman memang harapannya ke depan semoga berkah kunjungan ini Daffa bisa memandang secara langsung gitu ya mengenai dengan penerapan beberapa program maupun kebijakan nan sudah diterapkan,” ungkap Daffa dalam video nan diterima kumparan, Jumat (19/6).
“Dan semoga berkah kunjungan ini juga bisa berakibat juga ya bagi masyarakat nan bakal dikunjungi, mungkin seperti itu,” lanjutnya.
Mahasiswa Ilmu Sejarah UI itu mengatakan pengalaman berinteraksi langsung dengan masyarakat selama ini membuatnya tertarik untuk mengetahui sejauh mana kebijakan pemerintah melangkah dan dirasakan masyarakat.
“Sebenernya nan saya tawarkan adalah, apa ya, pengalamanku sebenarnya. Karena saya juga lebih banyak juga bergesekan dengan masyarakat, sebenernya pengen tau lebih lanjut sebenernya penerapan dari program maupun kebijakan nan sudah melangkah itu seperti apa sih seperti itu,” ucapnya.
Daffa juga mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan berjumpa langsung dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Mungkin ya, lebih ke nggak nyangka ya, lantaran kayak kudu berjumpa juga dengan mas wapres. Sebenernya pengalaman nan cukup berbobot juga, experience juga, sangat-sangat berbobot untuk dinikmati bagi saya, seperti itu,” tutur Daffa.
Terkait beragam aspirasi mahasiswa nan berkembang belakangan ini, Daffa mengaku tetap mengikuti perkembangannya meski tidak terlibat langsung dalam tindakan mahasiswa lantaran kudu menjalani sidang akademik.
“Sejujurnya kemarin tidak mengikuti tindakan lantaran memang ada kebutuhan nan lebih mendesak ya. Kalau masalah demo, tentu saya pembaruan ya lewat twitter maupun instagram. Mungkin memandang beragam macam komentar maupun perihal lain nan terus disampaikan. Memang secara langsung saya tidak ikut tindakan lantaran kebetulan hari Senin itu saya ada sidang. Ya sebenarnya lantaran saya ada, ya sebenernya mau juga, cuman lantaran ada aktivitas nan lebih mendesak, saya kudu memprioritaskan salah satunya,” ungkap Daffa.
Meski telah berjumpa langsung dengan Gibran, Daffa mengaku belum sempat menyampaikan beragam keresahan mahasiswa lantaran waktu pertemuan nan terbatas. Namun dia berambisi dapat menyampaikan beragam temuan di lapangan andaikan kembali mendapat kesempatan berdialog.
“Sebenarnya belum ya, lantaran tadi setempat, maksudnya tadi pertemuannya cukup singkat kesempatannya emang terbatas ya, maksudnya tadi pertemuannya cukup singkat. Ke depannya jika misalkan ada kesempatan mungkin Daffa bisa lebih mengutarakan apa nan Daffa lihat di lapangan,” ujar dia.
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Sementara itu, mahasiswa Program Studi Sejarah Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Keletus Sakaro, mengaku tidak menyangka mendapat kesempatan mengikuti rombongan Wapres ke Papua. Ia merasa senang lantaran kunjungan tersebut dapat membawa perhatian lebih besar terhadap pembangunan di wilayahnya.
“Saya berambisi bahwa kunjungan tersebut bisa menjadi kesan buat masyarakat Asmat. Terus, apalagi saya sebagai anak putra wilayah nan tentu sangat senang beliau bisa berjamu ke Asmat. Terus, harapannya agar Papua alias Asmat itu bisa, Asmat bisa maju seperti wilayah lain,” ungkap Keletus.
“Terus, terutama di bagian kesenian, ukir, seni ukiran, dan bagian kebudayaan, kesehatan, pendidikan itu sangat penting,” lanjutnya.
Keletus mengatakan dirinya awalnya tidak menyangka bakal mendapat undangan tersebut. Ia mengaku dihubungi untuk mewakili masyarakat Asmat dalam menyampaikan beragam aspirasi kepada pemerintah.
“Oh iya, angan saya kemarin, saya juga agak nggak nyangka sebetulnya. Sebetulnya saya nggak nyangka sama sekali, ceritanya itu pas pulang kampus terus ditelepon sama Ibu Evi. Terus Ibu Evi bilang jika kelak ke Jakarta ketemu Wapres untuk mewakili Asmat. Mewakili Asmat, membawa, menyampaikan namanya aspirasi untuk masyarakat Asmat,” katanya.
Selain itu, Keletus berambisi pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan ekonomi masyarakat berbasis pangan lokal.
“Saya mau menyampaikan tambahan saja mengenai dengan, tentang perekonomian, ekonomi masyarakat berbasis sagu, pangan, pangan lokal sagu, berbasis sagu. Agar kunjungan tersebut, kunjungan beliau tersebut bisa peduli untuk dalam perihal ekonomi. Mungkin bisa, bisa menyejahterakan masyarakat. Itu aja sih,” ucapnya.
Universitas Pelita Harapan
Sementara itu, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan, Nolan Christoper Adam, mengatakan kesempatan mengikuti kunjungan kerja tersebut menjadi sarana untuk memandang secara langsung kondisi kesehatan masyarakat di Indonesia Timur, termasuk akibat program MBG terhadap upaya penurunan stunting.
“Tentunya sebagai mahasiswa kedokteran dan di bagian kesehatan ya, berjamu kepada Indonesia Timur terutama dalam kunjungan kerja dengan Pak Wapres, angan saya untuk program ini adalah untuk mungkin memandang prasarana kesehatan apa seperti apa di Indonesia Timur. Terus mungkin juga lihat dampaknya program-program MBG kepada stunting di Indonesia Timur dan juga mungkin mengikuti Pak Wapres untuk memandang langkah Pak Wapres dan juga Presiden Indonesia itu langkah kerja mereka gimana dan juga angan mereka untuk MBG terus mungkin juga program-program kesehatan di Indonesia Timur itu seperti apa,” ujar dia.
Menurut Nolan, sektor kesehatan seperti stunting, gizi seimbang, pola hidup sehat, dan kebersihan masyarakat menjadi aspek nan perlu mendapat perhatian lebih.
“Tentunya khususnya mungkin untuk di Indonesia Timur ya sektor-sektor di bagian kesehatan nan mungkin mau diperhatiin secara lebih perincian itu lebih ke stunting, gizi seimbang terus mungkin juga style hidup mereka seperti apa, apakah sudah baik, apakah mereka sudah tahu makannya itu seperti apa, apakah sudah seimbang terus mungkin juga kesehatan, kebersihan mereka juga mungkin seperti apa,” ungkapnya.
Ia juga mengaku antusias lantaran dapat memperoleh pengalaman langsung mengenai kondisi kesehatan di wilayah timur Indonesia.
“Harapan saya untuk kunjungan kerja ini sebagai mahasiswa kedokteran terutama saya mau lihat secara langsung seperti apa daerah-daerah seperti Indonesia Timur, seperti apa kesehatan mereka itu seperti apa,” ujar Nolan.
Nolan menyebut pengalaman tersebut juga dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan kesehatan di Indonesia Timur melalui organisasi mahasiswa kedokteran nan diikutinya.
Rasa syukur dan semangat juga dirasakan Nolan menjelang keberangkatan berbareng rombongan Wapres.
“Rasanya terutama pasti berterima kasih ya, bersyukur, gugup juga pastinya iya, tapi lebih ke semangat dan mungkin juga excited untuk mengikuti Pak Wapres dan juga temen-temen di sini untuk belajar lebih banyak dan mendapat wawasan lebih luas,” kata dia.
Bahkan, Nolan menyatakan kesediaannya untuk mengabdi di Indonesia Timur setelah menyelesaikan pendidikan kedokteran.
“Pastinya mau, ini juga angan saya mungkin pas ini kan saya tetap usia muda ya, mungkin dengan pengalaman ini saya bisa berencana lebih jauh dan mungkin bisa berpikir lebih jauh untuk kembali ke Indonesia Timur,” tutur Nolan.
Universitas Jenderal Soedirman
Kesan positif juga disampaikan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman, Rapid Bena Matin. Ia menyebut pengalaman mengikuti penerbangan berbareng Gibran menjadi pengalaman pertama nan sangat berkesan dalam hidupnya.
“Perasaannya tentunya senang sekali, seneng banget, apalagi ini merupakan penerbangan pertama saya seumur hidup, jadi sangat berkesan, langsung terbang berbareng Wakil Presiden Republik Indonesia. Tentunya ini pengalaman nan sangat berbobot dan saya sendiri tidak bakal menyia-nyiakan kesempatan emas ini,” ucap Rapid.
Rapid menilai kunjungan tersebut memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memandang secara langsung penerapan program prioritas pemerintah di daerah.
“Oke harapannya tentu ini merupakan kesempatan nan berharga, tidak bakal disia-siakan tentunya. Harapannya dengan mengikuti kunjungan kerja ke daerah-daerah nan memang tidak seperti di perkotaan, kita masuk ke daerah-daerah, kita masuk ke gimana sih implementasi-implementasi nyata program-program prioritas Presiden seperti program MBG, terus program-program kesehatan apa pun itu dan nan lain-lain secara riil nyatanya di lapangan seperti apa. Sehingga kelak kita bisa mengevaluasi kira-kira apa nan perlu diperbaiki, apa nan perlu dibenahi seperti apa,” jelas dia.
Menurutnya, mahasiswa juga mempunyai peran dalam mengawal agar penyelenggaraan program pemerintah melangkah sesuai tujuan dan tepat sasaran.
“Oke tentunya saya juga memandang gimana penyelenggaraan program prioritas Presiden tentunya hari ini program-program Presiden. Jadi kita kudu bersama-sama nih, kita kudu bersama-sama melakukan pengawasan sehingga apa nan sudah dianggarkan, terus juga mungkin dari rakyat untuk rakyat kembali, nah jangan sampai ada satu pihak pun nan mengorupsi, nan tidak sampai kepada rakyat,” ungkapnya.
Ia menambahkan pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk memandang secara langsung kondisi penyelenggaraan program pemerintah di lapangan.
“Dan harapannya adalah dengan aktivitas ini saya bisa memandang secara langsung gimana penyelenggaraan program-program prioritas Presiden di lapangan senyatanya itu seperti apa,” tutur dia.
Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung
Sementara itu, mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, Salsabila Maulida, mengaku bangga lantaran dapat terlibat langsung dalam aktivitas nan menurutnya tidak bisa diperoleh semua mahasiswa.
“Jujur jika emosi pribadi saya, merasa senang dan bangga sekali dikarenakan ini adalah kesempatan nan tidak bisa didapatkan oleh teman-teman saya nan lainnya nan di mana dengan adanya program ini dan apalagi ada kunjungan kerja dan kami dilibatkan berlima merupakan perihal nan memang patut disyukuri dan dibanggakan. Karena secara tidak langsung kami merasakan gimana sih sebenarnya nan terjadi di lapangan, seperti apa keahlian nan dilakukan oleh Presiden dan juga Wakil Presiden Indonesia gitu,” ucap Salsa.
Selain mau memandang penyelenggaraan MBG, Salsabila berambisi kunjungan tersebut juga memberikan gambaran mengenai kondisi seni dan budaya di wilayah nan dikunjungi.
“Karena program-program nan sudah melangkah ini, mungkin kita dapat memandang seperti apa realita di lapangan nan pada akhirnya lantaran saya dari seni budaya, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, bukan hanya memandang dari sisi program utama dan juga perihal nan perlu dibenahi, apalagi dipertahankan untuk menjadi lebih baik, tetapi di sisi lain juga saya mau memandang sisi seni dan juga budayanya,” ucapnya.
Menurutnya, seni dan budaya juga perlu mendapat perhatian lantaran merupakan identitas bangsa nan kudu terus dijaga dan dikembangkan.
“Tapi tidak dipungkiri bahwa perihal ini juga membikin saya bisa memandang realita di lapangan mengenai program, terutama program MBG nan di mana biasanya saya di Bandung dan memandang di teman-teman seperti di NTT, Gorontalo, dan Papua Barat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming membujuk perwakilan mahasiswa dalam kunjungan kerja ke Ende, Gorontalo, dan wilayah Papua dalam rangka memperkuat pengawasan serta menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
“Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita bakal berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua. Jadi, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi,” ujar Gibran ketika memberikan keterangan pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (18/6).
Gibran pun menyampaikan apresiasi kepada para mahasiswa nan telah menyuarakan aspirasi secara tenteram dan memberikan beragam masukan untuk penyempurnaan program-program pemerintah.
Menurutnya, pemerintah berkomitmen memastikan setiap anggaran nan dialokasikan untuk beragam program prioritas dapat dimanfaatkan secara optimal dan terbebas dari praktik korupsi.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·